Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2024 | 16.25 WIB

Kini Berkompetisi di Inggris, Catatan Minor Mantan Wonderkid Persebaya Surabaya Marselino Ferdinan di Liga Belgia Tak Boleh Berlanjut

Marselino Ferdinan harus bangkit dari catatan buruknya di Liga Belgia untuk bisa bersinar bersama Oxford United di Inggris. (Instagram @oufcofficial) - Image

Marselino Ferdinan harus bangkit dari catatan buruknya di Liga Belgia untuk bisa bersinar bersama Oxford United di Inggris. (Instagram @oufcofficial)

JawaPos.com — Marselino Ferdinan, mantan wonderkid Persebaya Surabaya yang kini merumput di Eropa, tengah menjadi sorotan. Setelah mencatatkan perjalanan singkat di Belgia bersama KMSK Deinze, pemain muda ini mendapat kesempatan emas untuk melanjutkan kariernya di Oxford United, klub yang berlaga di Sky Bet Championship, kasta kedua Liga Inggris.

Meski perpindahannya disambut dengan optimisme oleh para pendukungnya di Tanah Air, Marselino tak bisa mengabaikan fakta bahwa catatan kariernya di Belgia masih jauh dari kata memuaskan. Kini, dengan bergabungnya dia ke Oxford United, harapan besar ada di pundaknya untuk memperbaiki catatan tersebut dan mengukir prestasi di Inggris.

Marselino Ferdinan bergabung dengan Deinze pada musim 2023/2024. Sebagai salah satu talenta muda terbaik Indonesia, kehadirannya di Liga Belgia diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk menembus level yang lebih tinggi di sepak bola Eropa. Namun, kenyataan berkata lain.

Statistik Marselino di Belgia menunjukkan bahwa ia hanya mencatatkan total 134 menit bermain dalam 7 pertandingan berdasarkan data Transfermarkt. Kendati ia berhasil mencetak satu gol di Liga Belgia, penampilannya masih jauh dari ekspektasi yang diharapkan dari seorang pemain muda yang digadang-gadang sebagai bintang masa depan sepak bola Indonesia.

Marselino memulai debutnya di Belgia dengan penuh harapan. Pada Februari 2023, ia diturunkan sebagai pemain pengganti dalam laga playoff degradasi Challenger Pro League, ketika KMSK Deinze menghadapi Jong Genk. Namun, dalam pertandingan tersebut, Marselino hanya diberi kesempatan bermain selama 10 menit, dan timnya harus menelan kekalahan dengan skor 1-3. Momen ini menandai awal yang sulit bagi Marselino di Eropa.

Selanjutnya, Marselino kembali diberi kesempatan tampil pada pertandingan pekan ketiga melawan FCV Dender EH. Sayangnya, lagi-lagi KMSK Deinze gagal meraih kemenangan, dan Marselino hanya bermain selama 17 menit. Rentetan hasil negatif ini seakan menjadi pertanda bahwa adaptasi Marselino di Belgia tidak berjalan mulus.

Namun, harapan mulai muncul ketika pada pekan kelima, KMSK Deinze berhasil menang telak 5-0 atas Standard de Liège 16 FC. Dalam pertandingan tersebut, Marselino diberi kesempatan bermain lebih lama, yakni 45 menit. Performa positif timnya di pertandingan ini memberikan sedikit angin segar bagi Marselino untuk mendapatkan lebih banyak waktu bermain dan membuktikan kualitasnya.

Pada pekan kedelapan, Marselino mencatatkan momen terbaiknya bersama Deinze ketika ia berhasil mencetak satu gol dalam kemenangan 3-1 melawan Royal Excelsior Virton. Dalam laga tersebut, Marselino bermain selama 45 menit dan sukses menggetarkan gawang lawan. Gol ini tentu menjadi bukti bahwa Marselino memiliki potensi besar yang masih perlu diasah dan dikembangkan lebih lanjut.

Meski demikian, momentum positif ini tak berlangsung lama. Di pertandingan-pertandingan selanjutnya, Marselino kembali kesulitan untuk mendapatkan menit bermain yang signifikan. Pada laga-laga Challenger Pro League reguler, ia hanya tampil sebentar-sebentar. Pada pekan ke-20, Marselino hanya bermain selama 10 menit dalam kemenangan 1-0 atas Club NXT. Kemudian, pada pekan ke-22 melawan Beerschot VA, ia hanya tampil selama 1 menit di akhir pertandingan. Dan pada pekan ke-24 melawan RSCA Futures, Marselino hanya bermain selama 6 menit.

Statistik ini menunjukkan bahwa meskipun Marselino sempat mencetak gol dan menunjukkan potensinya, ia kesulitan untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatihnya di Belgia. Penampilannya yang terbatas ini tentu menjadi sebuah sinyal bahwa ada banyak hal yang masih perlu diperbaiki oleh Marselino, terutama dalam hal adaptasi dengan gaya permainan Eropa yang lebih cepat dan fisikal.

Kini, Marselino memulai babak baru dalam kariernya dengan bergabung ke Oxford United. Meski catatannya di Belgia kurang memuaskan, kesempatan untuk bermain di Liga Inggris memberikan harapan besar bagi Marselino untuk memperbaiki performanya dan membuktikan bahwa ia layak bermain di level yang lebih tinggi. Oxford United sendiri telah menunjukkan kepercayaan besar terhadap Marselino, dengan menyebutnya sebagai salah satu pemain muda terbaik yang sedang naik daun di Asia.

Des Buckingham, pelatih kepala Oxford United, menyebut Marselino sebagai pemain muda yang menarik dan penuh potensi. Ia yakin bahwa dengan bimbingan dan lingkungan yang tepat, Marselino dapat berkembang menjadi pemain yang lebih baik di Inggris. Buckingham, yang memiliki pengalaman melatih di Asia, memahami bahwa ada banyak bakat tersembunyi di benua tersebut, dan ia berharap Marselino dapat membuktikan kualitasnya di Oxford United.

“Marselino adalah pemain muda yang menarik. Pertandingan yang kami tonton dan laporan tentangnya dari Asia menunjukkan bahwa ia adalah salah satu pemain muda terbaik yang sedang naik daun, jadi ini adalah kesempatan untuk mengundangnya ke sini dan menjadi bagian dari apa yang kami lakukan,” ungkap Des Buckingham dikutip dari laman resmi Oxford United.

Namun, Marselino harus menyadari bahwa tantangan yang dihadapinya di Inggris tidak akan lebih mudah daripada di Belgia. Liga Championship dikenal sebagai salah satu liga yang paling kompetitif di Eropa, dengan persaingan ketat dan tempo permainan yang sangat tinggi. Marselino harus bekerja keras untuk beradaptasi dengan gaya permainan Inggris yang lebih cepat dan lebih fisikal dibandingkan dengan Liga Belgia. Selain itu, ia juga harus meningkatkan konsistensinya di lapangan agar dapat meraih menit bermain yang lebih banyak dan memberikan kontribusi nyata bagi timnya.

Di tengah segala tantangan yang dihadapinya, Marselino tidak sendirian. Dukungan penuh mengalir dari para penggemar sepak bola di Indonesia, yang terus memberikan semangat dan harapan agar Marselino bisa sukses di Inggris. Media sosial pun dipenuhi dengan komentar-komentar positif dari para netizen yang mendoakan agar Marselino dapat membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore