Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Agustus 2024 | 18.01 WIB

Paul Munster Geram Wasit Terlalu Lama Mengecek VAR, Bahaya Bagi Pemain Persebaya Surabaya

Paul Munster geram terhadap tindakan wasit yang dianggap terlalu lama dalam mengecek VAR dan mengambil keputusan di laga Persebaya vs PSS Minggu (11/8) malam. (Moch. Rizky Pratama Putra/Jawapos.com) - Image

Paul Munster geram terhadap tindakan wasit yang dianggap terlalu lama dalam mengecek VAR dan mengambil keputusan di laga Persebaya vs PSS Minggu (11/8) malam. (Moch. Rizky Pratama Putra/Jawapos.com)

JawaPos.com — Kontroversi kembali mencuat dalam pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025 antara Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu, (11/8) malam.

Momen yang memancing perhatian besar terjadi pada menit ke-63, ketika wasit memutuskan untuk melakukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR) terkait dugaan handball yang dilakukan oleh Hokky Caraka di dalam kotak penalti. Situasi tersebut memicu protes dari kubu Persebaya dan penantian yang sangat panjang untuk mendapatkan keputusan akhir.

Pengecekan VAR ini berlangsung lebih lama dari biasanya, dan hal ini menimbulkan reaksi keras dari pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster. Pelatih asal Irlandia Utara tersebut tak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya atas lamanya proses pengecekan VAR yang menurutnya sangat merugikan timnya, baik dari segi mental maupun fisik pemain di lapangan.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Paul Munster dengan tegas menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit yang dinilainya terlalu lambat. "Itu terlalu lama. Saya pikir butuh waktu lama untuk mengambil keputusan. Ya, (kemudian) 5 menit lagi, jadi menurutku mungkin 15 menit. Ini terlalu lama," ungkap Paul Munster dengan nada kecewa.

Menurutnya, waktu yang dihabiskan wasit untuk mengambil keputusan tidak hanya membuat pemain frustasi, tetapi juga memengaruhi ritme permainan yang sudah dibangun dengan susah payah oleh timnya.

Pernyataan Paul Munster tersebut memang tidak berlebihan. Dalam sepak bola modern, kecepatan pengambilan keputusan, termasuk penggunaan teknologi VAR, sangatlah krusial. Semakin lama wasit mengambil keputusan, semakin besar risiko bagi pemain di lapangan, terutama dalam hal kebugaran dan konsentrasi.

Dalam kasus ini, pemain Persebaya Surabaya yang sudah berada dalam performa puncak terpaksa harus berdiri diam di tengah lapangan sambil menunggu keputusan yang tak kunjung datang.

"Terlalu lama dan juga karena kalau lama, para pemain berdiri di lapangan. Kemudian para pemain mulai kedinginan. Kemudian ketika Anda memulai (pertandingan), para pemain harus kembali ke tuntutan fisik yang tinggi. Namun, terkadang sulit. Jadi perlu lebih cepat dalam pengambilan keputusan di lapangan," lanjut Paul Munster, menyoroti dampak negatif dari lamanya pengecekan VAR tersebut.

Bukan hanya dari sisi fisik, lamanya pengecekan VAR juga memengaruhi konsentrasi pemain. Setelah harus menunggu dalam waktu yang lama, pemain bisa kehilangan fokus dan momentum yang telah mereka bangun sepanjang pertandingan.

Kondisi inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Paul Munster, mengingat betapa pentingnya menjaga fokus dan ritme dalam sebuah pertandingan, terutama di level kompetisi seketat Liga 1 Indonesia.

Frustrasi Paul Munster bukan tanpa alasan. Di sepak bola, setiap detik sangat berharga, dan jeda yang terlalu lama bisa mengubah dinamika permainan.

Penantian panjang ini bukan hanya membuat pemain menjadi kedinginan dan kehilangan momentum, tetapi juga berpotensi memicu cedera jika mereka harus segera kembali ke intensitas permainan tinggi setelah berdiri diam dalam waktu yang lama. Inilah yang menjadi perhatian utama Paul Munster, yang sangat mengutamakan kebugaran dan kesiapan fisik pemainnya.

"Terlalu lama. Semua orang frustrasi. Pemain, pendukung. Kurang enak rasanya jika pemirsa juga menonton dan menunggu lama. Maksimal, 2, 3 menit (dalam pengambilan keputusan)," saran Paul Munster.

Mantan pelatih Bhayangkara FC itu menyarankan agar durasi pengecekan VAR dibatasi maksimal 2 hingga 3 menit untuk memastikan bahwa permainan dapat dilanjutkan tanpa gangguan yang berarti.

Lamanya waktu yang dihabiskan untuk memutuskan suatu kejadian tidak hanya merugikan tim di lapangan, tetapi juga memengaruhi pengalaman menonton bagi penonton di stadion maupun di rumah.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore