
Paul Munster geram terhadap tindakan wasit yang dianggap terlalu lama dalam mengecek VAR dan mengambil keputusan di laga Persebaya vs PSS Minggu (11/8) malam. (Moch. Rizky Pratama Putra/Jawapos.com)
JawaPos.com — Kontroversi kembali mencuat dalam pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025 antara Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu, (11/8) malam.
Momen yang memancing perhatian besar terjadi pada menit ke-63, ketika wasit memutuskan untuk melakukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR) terkait dugaan handball yang dilakukan oleh Hokky Caraka di dalam kotak penalti. Situasi tersebut memicu protes dari kubu Persebaya dan penantian yang sangat panjang untuk mendapatkan keputusan akhir.
Pengecekan VAR ini berlangsung lebih lama dari biasanya, dan hal ini menimbulkan reaksi keras dari pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster. Pelatih asal Irlandia Utara tersebut tak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya atas lamanya proses pengecekan VAR yang menurutnya sangat merugikan timnya, baik dari segi mental maupun fisik pemain di lapangan.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Paul Munster dengan tegas menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit yang dinilainya terlalu lambat. "Itu terlalu lama. Saya pikir butuh waktu lama untuk mengambil keputusan. Ya, (kemudian) 5 menit lagi, jadi menurutku mungkin 15 menit. Ini terlalu lama," ungkap Paul Munster dengan nada kecewa.
Menurutnya, waktu yang dihabiskan wasit untuk mengambil keputusan tidak hanya membuat pemain frustasi, tetapi juga memengaruhi ritme permainan yang sudah dibangun dengan susah payah oleh timnya.
Pernyataan Paul Munster tersebut memang tidak berlebihan. Dalam sepak bola modern, kecepatan pengambilan keputusan, termasuk penggunaan teknologi VAR, sangatlah krusial. Semakin lama wasit mengambil keputusan, semakin besar risiko bagi pemain di lapangan, terutama dalam hal kebugaran dan konsentrasi.
Dalam kasus ini, pemain Persebaya Surabaya yang sudah berada dalam performa puncak terpaksa harus berdiri diam di tengah lapangan sambil menunggu keputusan yang tak kunjung datang.
"Terlalu lama dan juga karena kalau lama, para pemain berdiri di lapangan. Kemudian para pemain mulai kedinginan. Kemudian ketika Anda memulai (pertandingan), para pemain harus kembali ke tuntutan fisik yang tinggi. Namun, terkadang sulit. Jadi perlu lebih cepat dalam pengambilan keputusan di lapangan," lanjut Paul Munster, menyoroti dampak negatif dari lamanya pengecekan VAR tersebut.
Bukan hanya dari sisi fisik, lamanya pengecekan VAR juga memengaruhi konsentrasi pemain. Setelah harus menunggu dalam waktu yang lama, pemain bisa kehilangan fokus dan momentum yang telah mereka bangun sepanjang pertandingan.
Kondisi inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Paul Munster, mengingat betapa pentingnya menjaga fokus dan ritme dalam sebuah pertandingan, terutama di level kompetisi seketat Liga 1 Indonesia.
Frustrasi Paul Munster bukan tanpa alasan. Di sepak bola, setiap detik sangat berharga, dan jeda yang terlalu lama bisa mengubah dinamika permainan.
Penantian panjang ini bukan hanya membuat pemain menjadi kedinginan dan kehilangan momentum, tetapi juga berpotensi memicu cedera jika mereka harus segera kembali ke intensitas permainan tinggi setelah berdiri diam dalam waktu yang lama. Inilah yang menjadi perhatian utama Paul Munster, yang sangat mengutamakan kebugaran dan kesiapan fisik pemainnya.
"Terlalu lama. Semua orang frustrasi. Pemain, pendukung. Kurang enak rasanya jika pemirsa juga menonton dan menunggu lama. Maksimal, 2, 3 menit (dalam pengambilan keputusan)," saran Paul Munster.
Mantan pelatih Bhayangkara FC itu menyarankan agar durasi pengecekan VAR dibatasi maksimal 2 hingga 3 menit untuk memastikan bahwa permainan dapat dilanjutkan tanpa gangguan yang berarti.
Lamanya waktu yang dihabiskan untuk memutuskan suatu kejadian tidak hanya merugikan tim di lapangan, tetapi juga memengaruhi pengalaman menonton bagi penonton di stadion maupun di rumah.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
