Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Juli 2024 | 16.32 WIB

Mengintip Penyebab Arkhan Kaka Melempem di Timnas Indonesia U-19 di Turnamen Piala AFF U-19 2024

Arkhan Kaka masih punya masa depan yang panjang untuk memperbaiki kualitasnya jadi jauh lebih baik bagi Timnas Indonesia. (Instagram: @arkhan8kaka)

JawaPos.com — Timnas Indonesia U-19 berhasil mencetak prestasi gemilang dengan memenangkan Piala AFF U-19 2024. Di laga final, pasukan Garuda Muda sukses menundukkan Thailand dengan skor tipis 1-0, membuktikan dominasi mereka di kancah sepak bola Asia Tenggara.

Namun, di balik kesuksesan ini, ada satu pemain yang penampilannya cukup mengecewakan dan menjadi sorotan publik, yakni Arkhan Kaka. Pemain muda asal Persis Solo yang diharapkan menjadi ujung tombak andalan Timnas Indonesia U-19, justru tampil melempem sepanjang turnamen.

Arkhan Kaka, yang sebelumnya menunjukkan performa cemerlang di level Timnas Indonesia U-16 dan U-17, diharapkan bisa membawa kualitas yang sama ke tim U-19. Dengan usia yang baru menginjak 16 tahun, Arkhan Kaka sudah menunjukkan bakat besar sebagai seorang penyerang, dikenal sebagai pemain yang stylish dan memiliki kemampuan konversi peluang yang baik.

Namun, ekspektasi tinggi ini tampaknya tidak tercapai di Piala AFF U-19 kali ini. Dari lima laga yang dimainkan oleh Timnas Indonesia U-19, Arkhan Kaka hanya mampu menyumbangkan satu gol saja. Tentu saja, ini menjadi catatan yang mengecewakan, terutama bagi seorang pemain yang diplot sebagai penyerang utama tim.

Banyak faktor yang bisa dijadikan alasan mengapa Arkhan Kaka tampil kurang maksimal. Salah satu yang paling mencolok adalah gaya permainan Timnas Indonesia U-19 yang kurang mendukung tipikal permainan Arkhan Kaka.

Sebagai penyerang yang lebih suka bermain di sekitar kotak penalti dan memanfaatkan umpan matang, Arkhan Kaka membutuhkan suplai bola yang tepat dari lini kedua atau rekan-rekan lainnya. Namun, di sepanjang turnamen, tidak banyak umpan-umpan matang yang diberikan kepada Arkhan Kaka. Hal ini tentu saja menjadi kendala besar bagi penyerang muda ini untuk bisa menunjukkan performa terbaiknya.

Tidak hanya itu, Arkhan Kaka juga tampak kesulitan ketika harus berduel fisik dengan pemain lawan. Sebagai pemain bertipe converter, Arkhan Kaka memang lebih efektif jika mendapatkan pelayanan yang memanjakan dari rekan-rekan setimnya.

Namun, dalam situasi di mana ia harus berjuang sendiri melawan bek-bek lawan, Arkhan Kaka terlihat kesulitan. Ini menjadi salah satu kelemahan yang harus diperbaiki jika ia ingin terus berkembang dan menjadi penyerang yang lebih lengkap di masa depan.

Selain masalah teknis, aspek mental juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi penampilan Arkhan Kaka. Jika kita melihat kembali pada Piala Dunia U-17 2023 di Surabaya, kritik dari netizen yang terlalu keras terhadap Arkhan Kaka menjadi salah satu isu yang cukup menyita perhatian.

Kritikan ini, menurut ayah Arkhan Kaka, Purwanto Suwondo, sudah masuk dalam kategori bullying. Salah satu kritik yang dilontarkan netizen adalah tentang gaya selebrasi Arkhan Kaka setelah mencetak gol ke gawang Panama, di mana ia melakukan joget Terminator yang kemudian dianggap tidak pantas.

"Ada beberapa hal yang sangat saya sayangkan, ada beberapa hal kritikan yang menurut saya sangat-sangat terlalu, tidak harus dilakukan kepada anak seusia Timnas U-17 ini," kata Purwanto ditemui di Information Center Piala Dunia U-17 2023 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/11/2023).

Purwanto, mantan striker Persija, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kritik-kritik tersebut terhadap anaknya. Ia merasa bahwa pada usia yang masih sangat muda, Arkhan Kaka seharusnya mendapatkan pembinaan, perhatian, dan motivasi, bukan kritik tajam apalagi bullying.

Purwanto bahkan menyarankan Arkhan Kaka untuk tidak terlalu fokus pada media sosial, terutama menjelang pertandingan. Ia ingin Arkhan Kaka lebih fokus pada persiapan pertandingan dan menjaga mentalnya agar tetap kuat.

"Masalah bully buat anak-anak memang sangat saya sayangkan. Cuma memang saya juga tidak bisa menyalahkan (pelaku bullying), siapa mereka karena saya juga tidak tahu mereka, apa tujuan mereka juga saya tidak tahu," ucap Purwanto.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore