Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Juli 2024, 01.54 WIB

Kisah Inspiratif Alfiyan dari Surabaya Jersey Community yang Dipercaya Garap Jersey Ekuador dan Malaysia

Muhammad Nur Alfiyan (tengah) ketika dipercaya menggarap jersey Ekuador di gelaran Piala Dunia U-17 di Surabaya.(Muhammad Nur Alfiyan untuk JawaPos.com) - Image

Muhammad Nur Alfiyan (tengah) ketika dipercaya menggarap jersey Ekuador di gelaran Piala Dunia U-17 di Surabaya.(Muhammad Nur Alfiyan untuk JawaPos.com)

JawaPos.com — Muhammad Nur Alfiyan, atau yang akrab dipanggil Alfiyan, adalah anak muda berbakat dari Kota Surabaya yang karyanya kini telah diakui di kancah internasional.

Anak muda yang aktif berkegiatan di Surabaya Jersey Community tersebut telah menunjukkan kemampuannya dalam menggarap jersey untuk tim-tim besar, termasuk Ekuador dan Malaysia. Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan namanya sendiri, tetapi juga Kota Surabaya di mata dunia.

Dalam wawancara eksklusif bersama JawaPos.com, Alfiyan menceritakan perjalanan inspiratifnya dalam dunia jersey. Ketika ditanya mengenai proyek terakhir yang sedang dikerjakannya, Alfiyan menjawab dengan santai bahwa dia baru saja menyelesaikan pressing nama untuk jersey Malaysia. Tugas yang sederhana bagi sebagian orang, namun memiliki dampak besar dalam dunia sepak bola internasional.

"Kemarin cuma ngepres jersey Malaysia aja, (garap) nama," ujar Alfiyan dengan rendah hati.

Pengalaman Alfiyan dalam menangani tim luar negeri tidak hanya terbatas pada Malaysia. Dia juga pernah bekerja sama dengan tim Ekuador saat Piala Dunia U-17 yang berlangsung di Gelora Bung Tomo. Ketika ditanya tentang proses hingga bisa dikenal di kancah internasional, Alfiyan mengungkapkan bahwa semuanya berawal dari referensi teman yang mengetahui kualitas pekerjaannya.

"Sudah mas Ekuador waktu Piala Dunia U-17 kemarin di GBT (Gelora Bung Tomo)," lanjutnya.

Proses pengenalan hingga mencapai tingkat internasional ternyata tidaklah rumit bagi Alfiyan. "Cuma referensi dari teman diarahkan ke saya sih Mas, yang tahu tempat repair jersey terus tahu kualitas saya gitu aja," jelasnya.

Dengan pengalaman sejak 2019 dalam meremajakan jersey, melakukan peel off nameset, dan berbagai pekerjaan lainnya, Alfiyan telah membangun reputasi yang kuat. Sayangnya, akun Instagramnya yang digunakan untuk memamerkan karya-karyanya terkena banned, yang menurutnya disebabkan oleh beberapa jersey yang menggunakan sponsor judi online.

"Udah dari 2019 kerjain remake, peel off nameset dll. Duh IG (Instagram) saya barusan kena banned Instagram Mas hilang (di sana ada foto-foto saya)," paparnya. "Ini mau bikin (akun Instagram) baru lagi," tukasnya.

Meskipun demikian, Alfiyan tidak menyerah dan berencana untuk membuat akun Instagram baru. Dia menjelaskan bahwa kemungkinan besar akun lamanya dihapus karena beberapa jersey yang diunggah memiliki sponsor judi online, seperti AC Milan pada tahun 2006-2009 yang menggunakan sponsor BWIN. "Kayaknya karena itu, karena banyak kemaren temen ngeluh juga gara-gara postingan jersey klub-klub tertentu juga tiba-tiba ilang IG/FB-nya kena banned," lanjutnya.

Ketika ditanya tentang proses kerja sama dengan tim Ekuador dan Malaysia, Alfiyan dengan rinci menjelaskan tahapan-tahapan yang dilalui. Pada awalnya, tim Ekuador meminta bantuan untuk menutup logo apparel dengan bahan polyflex di bagian belakang jersey latihan staf pelatih mereka.

Setelah melihat kualitas kerja Alfiyan, tim Ekuador kembali menggunakan jasanya untuk memasang patch Piala Dunia di lengan kanan dan kiri setiap jersey pemain. Total ada sekitar 96 jersey pemain yang dikerjakannya.

Photo

"Kemarin waktu Ekuador ke sini itu pertama minta tolong tutup apparel dengan bahan polyflex bagian belakang jersey latihan staff coach-nya. Setelah puas liat kinerja saya, mereka mau pake saya lagi buat pasang patch nya piala dunia di lengan kanan dan kiri tiap Jersey mas klo ga salah total kurleb 96 jersey pemain (pemain home+away 2 set, kiper home+away 2 set)," jelasnya rinci.

Pekerjaan tersebut sebagian besar dilakukan di rumah Alfiyan, namun untuk pemasangan patch, tim Ekuador memintanya untuk datang ke hotel tempat mereka menginap di Shangri-La. "Yang tutup apparel pertama di kerjain di rumah, yang pasang patch mereka mau pasang di hotel mereka nginep di Shangri-La," lanjutnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore