
KEHILANGAN PEKERJAAN: Penambahan kuota pemain asing hingga 8 pemain di Liga 1 musim depan berpotensi menghilangkan 62 pekerjaan bagi WNI menurut APPI. (APPI)
JawaPos.com — Adanya rencana penambahan kuota pemain asing dalam kompetisi sepak bola Indonesia musim mendatang memicu banyak reaksi, termasuk dari Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI). APPI menerima banyak aspirasi dan masukan dari para anggotanya serta stakeholder sepak bola lainnya terkait regulasi baru ini.
APPI menghormati rencana pengesahan regulasi tersebut, terutama jika tujuannya adalah meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia. Namun, APPI menekankan perlunya kajian khusus yang mempertimbangkan segala aspek, termasuk aspirasi dari pesepak bola nasional sebagai aktor utama. Diskusi bersama sebelum pengesahan regulasi diharapkan dapat menjadi keputusan yang bijak.
Penambahan kuota pemain asing juga terkait langsung dengan kondisi finansial klub-klub peserta Liga Indonesia. Jika melihat data dari perubahan regulasi kuota pada musim 2023/2024 lalu (dari 6 pemain asing per klub Liga 1 dan 2 pemain asing untuk Liga 2), terdapat kenaikan jumlah tunggakan gaji pemain yang drastis. Mayoritas kasus tersebut terjadi pada pemain asing.
Sebagai perwakilan pesepak bola profesional di Indonesia, APPI berharap adanya pertimbangan kembali terhadap perubahan regulasi ini atau solusi lain seperti penambahan jumlah turnamen resmi. Ini bertujuan menambah kesempatan menit bermain para pesepak bola, sehingga menjadi perbandingan yang obyektif.
APPI menekankan bahwa aspirasi para pesepak bola adalah kebebasan berekspresi yang dilindungi undang-undang. Pendapat mereka seharusnya dijadikan bahan pertimbangan demi kebaikan di masa depan, bukan untuk dicaci. Pendapat yang disampaikan sangat berdampak bagi kehidupan mereka.
Masalah utama dari penambahan kuota pemain asing adalah dampaknya terhadap pemain lokal. Dengan setiap klub menambah dua pemain asing, berarti akan ada 36 pemain lokal yang tersisih, kemungkinan besar ke Liga 2. Jika Liga 2 juga menambah satu pemain asing, maka 36 pemain Liga 2 akan tersisih karena eksodus dari Liga 1, ditambah 26 pemain karena tambahan kuota pemain asing. Total ada 62 pemain WNI yang berpotensi kehilangan pekerjaan.
Penambahan kuota pemain asing memang bertujuan meningkatkan kualitas Liga Indonesia yang saat ini berada pada peringkat 28 Asia dan 6 Asia Tenggara. Namun, APPI menilai kita harus obyektif. Liga terbaik di Asia seperti Jepang dan Korea hanya memberikan jatah lima pemain asing dalam starting eleven mereka. Liga tetangga seperti Thailand dan Malaysia memang memiliki kuota asing yang banyak, tapi mereka juga memiliki banyak kompetisi/turnamen resmi selain liga, sehingga menit bermain untuk pemain lokal tetap tersedia.
Jika melihat liga Eropa seperti Barcelona dan Manchester City, lebih dari 50% skuadnya bukan pemain lokal. Namun, Timnas Spanyol dan Inggris tetap berprestasi. Hal ini berbeda dengan Asia, terutama Indonesia. Syarat pemain asing di Eropa bukan sekadar berasal dari negara lain, tapi pemain non-Uni Eropa.
Bahkan Lionel Messi saat bermain di Eropa menggunakan paspor Spanyol, bukan Argentina. Liga di Eropa hanya membolehkan 2-3 pemain berpaspor non-Uni Eropa, dan klub diwajibkan mendaftarkan pemain homeground mereka, atau pemain didikan mereka sejak usia dini.
Dampak penambahan kuota pemain asing juga terlihat dari peningkatan kasus tunggakan gaji dan perselisihan kontrak. Pada musim 2023/2024, penambahan kuota pemain asing di Liga 1 dari 4 menjadi 6 pemain, dan Liga 2 dari 0 menjadi 2 pemain asing, menyebabkan laporan dan temuan kasus perselisihan kontrak di 9 klub Liga 1 dan 22 klub Liga 2. Ini menjadi kasus terbanyak dalam tujuh musim terakhir, mayoritas melibatkan pemain asing.
Efek lainnya adalah penurunan jumlah pemain lokal yang siap untuk tim nasional. Sering dikatakan Indonesia kekurangan pemain untuk timnas, dibutuhkan lebih dari 100 pemain. Namun, dengan penambahan kuota pemain asing, kesempatan bermain untuk pemain lokal akan berkurang, sehingga jumlah pemain yang siap untuk timnas juga akan berkurang.
APPI mengajak seluruh pihak untuk mempertimbangkan dampak dari penambahan kuota pemain asing ini. Mereka menekankan pentingnya kajian mendalam dan diskusi bersama sebelum pengesahan regulasi. Solusi lain seperti penambahan jumlah turnamen resmi juga diusulkan guna menambah kesempatan bermain bagi pemain lokal.
Dalam menghadapi rencana regulasi baru ini, APPI berharap agar seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia, baik klub, pemain, pelatih, maupun suporter, bisa mendukung langkah-langkah yang mempertimbangkan semua aspek demi perkembangan sepak bola Indonesia yang lebih baik. Semua pihak diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga integritas dan profesionalisme dalam industri sepak bola nasional.
PSSI dan PT LIB diharapkan mempertimbangkan masukan dari APPI dan stakeholder lainnya sebelum mengambil keputusan akhir. Semoga dengan adanya diskusi dan kajian mendalam, regulasi yang dihasilkan bisa benar-benar meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia tanpa mengorbankan karier para pemain lokal.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
