
BERBURU: Persebaya Surabaya dikabarkan tengah berburu bek tengah asing yang pernah bermain di Serie A. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusannya dalam menyambut Liga 1 2024/2025. Manajemen Green Force bergerak cepat di bursa transfer awal musim ini, merekrut sejumlah pemain yang dibidik dengan cepat, termasuk penyerang Persik Kediri musim lalu, Flavio Silva.
Pemain yang menjadi incaran banyak klub Liga 1 ini berhasil mengemas 23 gol dan empat assist musim lalu. Meski begitu, Persebaya masih menghadapi kendala di lini belakang, khususnya dalam mencari bek tengah yang kukuh untuk memperkuat pertahanan.
Musim lalu, pertahanan Persebaya memang menjadi titik lemah yang mencolok. Green Force jarang sekali mencatatkan clean sheet dan kebobolan sebanyak 46 gol sepanjang musim. Bahkan, mereka kerap kebobolan lebih dari tiga gol dalam satu pertandingan. Hal ini terjadi meskipun Persebaya memiliki kiper-kiper andal seperti Ernando Ari Sutaryadi dan Andhika Ramadhani di bawah mistar gawang.
GRAFIS KEBOBOLAN PERSEBAYA
Manajemen Persebaya berencana menggunakan jasa pemain lokal dan asing untuk mengisi posisi bek tengah. Namun, hingga kini, pemain yang cocok untuk mengisi starting evelen di posisi ini masih belum ditemukan. Berbeda dengan pertengahan musim lalu yang mengandalkan dua bek tengah asing, kali ini Persebaya masih mendalami nama-nama pemain asing yang ditawarkan sejumlah agen. Salah satu nama yang direkomendasikan oleh pelatih Persebaya, Paul Munster, masih dalam pertimbangan.
Namun, kabarnya manajemen Persebaya keberatan dengan pemain yang disodorkan Paul Munster karena latar belakang statistiknya yang kurang meyakinkan. Pemain belakang yang direkomendasikan Munster belum pernah bermain di Indonesia, dan liga tempat pemain itu berkompetisi juga tidak terlalu kompetitif di level Asia. Hal ini menimbulkan perbedaan pandangan antara manajemen dan Munster, serupa dengan situasi sebelumnya dalam pemilihan striker.
Sebelumnya, Paul Munster dikabarkan menyodorkan nama pemain yang berkompetisi di Liga Thailand sebagai striker. Namun, statistiknya tidak terlalu meyakinkan. Diskusi panjang antara manajemen dan Munster kemudian berujung pada kata sepakat untuk mengontrak Flavio Silva, yang kini menjadi salah satu penyerang andalan Persebaya.
Selain pemain asing, Persebaya juga berencana memulangkan bek Persija Jakarta, Rizki Ridho. Namun, rencana ini masih terkendala karena Persija enggan melepas Ridho begitu saja. Kontrak Ridho dengan Persija masih tersisa, meski dirinya sudah sangat mantap untuk kembali ke Persebaya.
Persebaya sebenarnya masih memiliki beberapa nama di posisi bek tengah seperti Riswan Lauhin dan Kadek Raditya. Namun, keduanya tidak diproyeksikan sebagai starting eleven. Apalagi, Kadek Raditya dalam beberapa pertandingan terakhir musim lalu justru mendapatkan kesempatan bermain di posisi baru sebagai gelandang bertahan.
Melihat kondisi ini, manajemen Persebaya memutuskan untuk mencari bek tengah asing yang memiliki kualitas dan pengalaman bermain di liga-liga top dunia. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah mantan bek tengah Serie A. Meski belum ada nama yang secara resmi diumumkan, langkah ini menunjukkan keseriusan Persebaya dalam memperbaiki lini pertahanan mereka.
Persebaya memang tidak ingin mengulang kesalahan musim lalu. Kebobolan 46 gol adalah catatan buruk yang harus diperbaiki. Mereka membutuhkan bek tengah yang bisa menjadi pemimpin di lini belakang, seseorang yang bisa memberikan rasa aman dan stabilitas di pertahanan. Pengalaman bermain di liga-liga top seperti Serie A diharapkan bisa membawa kualitas dan mentalitas yang dibutuhkan untuk memperkuat pertahanan Persebaya.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa manajemen Persebaya siap berinvestasi besar demi memperbaiki performa tim. Mereka tidak hanya ingin bersaing di papan tengah, tetapi juga ingin menjadi penantang serius untuk gelar juara Liga 1 musim ini. Dengan merekrut pemain-pemain berkualitas dan berpengalaman, Persebaya berharap bisa membentuk tim yang solid dan kompetitif.
Selain itu, manajemen juga harus bijaksana dalam mengelola kebijakan perekrutan pemain. Meskipun mendatangkan pemain asing berkualitas bisa memberikan dampak positif, pengembangan pemain lokal juga harus tetap menjadi prioritas. Liga Indonesia harus menemukan keseimbangan antara memberikan kesempatan kepada pemain lokal untuk berkembang dan menarik pemain asing yang bisa meningkatkan standar permainan.
Musim ini, Persebaya Surabaya memiliki tugas besar untuk memperbaiki lini pertahanan mereka. Mereka membutuhkan bek tengah yang tangguh dan berpengalaman untuk menghindari kebobolan yang berlebihan seperti musim lalu.
Meskipun ada beberapa kendala dalam mencari pemain yang tepat, manajemen Green Force menunjukkan keseriusan mereka dengan mencari mantan bek tengah Serie A yang diharapkan bisa memberikan dampak besar bagi tim.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
