
PINDAH: Timnas Indonesia berencana pindah ke markas Persebaya Surabaya untuk FIFA Matchday bulan Agustus mendatang. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Usai melakoni dua laga krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan Timnas Indonesia akan pindah markas dan menggelar pertandingan di Surabaya untuk FIFA Matchday pada Agustus 2024.
Perpindahan ini dilakukan sehubungan dengan rencana kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus ke Indonesia pada awal September mendatang.
Timnas Indonesia akan terlebih dahulu melakoni dua laga pamungkas di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak dan Filipina, yang dijadwalkan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 6 dan 11 Juni mendatang. Pertandingan ini sangat krusial untuk mengamankan tiket lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Setelah menyelesaikan dua laga tersebut, skuad Garuda akan mengikuti serangkaian laga FIFA Matchday pada Agustus, namun dengan lokasi pertandingan yang berpindah dari Jakarta ke Surabaya.
Erick Thohir mengungkapkan bahwa perpindahan venue ini dilakukan karena adanya kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3-6 September 2024. "Izin bulan Agustus kita tidak main di GBK karena ada kedatangan tamu negara, Paus (Fransiskus). Jadi kita akan bermain di Surabaya," ujar Erick di SUGBK, Rabu (5/6/2024).
Perpindahan lokasi ini diharapkan tidak menimbulkan polemik mengingat pentingnya kunjungan kenegaraan tersebut. Erick menambahkan bahwa PSSI sudah berkoordinasi untuk mempersiapkan stadion di Surabaya sebagai venue pertandingan Timnas Indonesia.
Namun, perpindahan venue ini menimbulkan pertanyaan mengenai nasib Persebaya Surabaya. Bagaimana klub kebanggaan Arek Suroboyo ini mengelola situasi ketika Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi markas sementara Timnas Indonesia?
Persebaya Surabaya, yang juga menggunakan Stadion GBT sebagai markas mereka, harus melakukan penyesuaian dengan jadwal yang ada. Manajemen Persebaya sudah terbiasa dengan situasi ini karena stadion tersebut sering kali digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk event nasional dan internasional. Namun, koordinasi yang baik antara PSSI dan manajemen Persebaya sangat penting untuk memastikan tidak adanya benturan jadwal pertandingan yang dapat merugikan kedua belah pihak.
Jika dilihat dari sisi teknis, penggunaan Stadion GBT oleh Timnas Indonesia selama FIFA Matchday bisa menjadi keuntungan bagi Persebaya Surabaya. Timnas yang bermain di GBT akan menarik perhatian lebih banyak penonton dan penggemar sepak bola, yang pada gilirannya bisa meningkatkan exposure dan dukungan untuk stadion dan klub. Atmosfer pertandingan internasional bisa memberikan pengalaman berbeda bagi suporter lokal dan mendongkrak semangat pemain Persebaya.
Di sisi lain, Erick Thohir tidak menampik kemungkinan untuk mencari lokasi lain jika stadion di Surabaya tidak bisa digunakan. "Kita sudah minta tim PSSI untuk di Surabaya persiapannya, kalau tidak bisa kita cari lagi kota lainnya," jelas Menteri BUMN tersebut.
Indonesia telah merampungkan renovasi pada 22 stadion, dengan delapan di antaranya sudah mendapatkan lampu hijau dari FIFA sebagai stadion berkualitas bagus. Hal ini menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah event-event besar, sekaligus memberi fleksibilitas lebih bagi PSSI dalam menentukan venue pertandingan Timnas Indonesia.
Persebaya Surabaya sendiri memiliki dukungan fanatik dari Bonek, suporter setia yang selalu memenuhi stadion dalam setiap pertandingan kandang. Dukungan ini akan menjadi aset penting dalam mengatasi tantangan yang mungkin timbul akibat perpindahan venue sementara. Selain itu, tim pelatih dan manajemen Persebaya juga harus mempersiapkan alternatif jika terjadi perubahan jadwal atau venue. Fleksibilitas dan adaptabilitas menjadi kunci dalam menghadapi situasi seperti ini.
Selain dari sisi teknis, perpindahan venue Timnas Indonesia ke Surabaya juga membawa dampak positif dari segi ekonomi. Kehadiran Timnas Indonesia di Surabaya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi lokal, terutama sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner. Para penggemar yang datang dari luar kota akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Surabaya. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam keputusan pemindahan venue oleh PSSI.
Bagi Persebaya Surabaya, perpindahan markas sementara Timnas Indonesia bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama dengan PSSI dan meningkatkan profil klub di kancah nasional. Dengan berbagi venue dengan Timnas, Persebaya bisa memanfaatkan momen ini untuk menjalin kerja sama strategis yang lebih erat dengan PSSI dan meningkatkan profesionalisme klub dalam mengelola event besar.
Sebagai penutup, perpindahan markas Timnas Indonesia ke Surabaya untuk FIFA Matchday pada Agustus 2024 merupakan langkah strategis yang harus diambil dengan pertimbangan matang. Koordinasi yang baik antara PSSI dan manajemen Persebaya Surabaya, serta dukungan penuh dari para suporter, akan menjadi kunci sukses dalam menjalani periode ini.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
