Kisah perjuangan Rahadyan Amandita tentang kegigihannya menyuguhkan yang terbaik untuk Como 1907 bisa menjadi panutan untuk anak-anak Indonesia meraih mimpinya. (Rahadyan Amandita untuk JawaPos.com)
JawaPos.com — Rahadyan Amandita, seorang editor video yang kini bekerja untuk klub sepak bola Como 1907 di Italia, memiliki perjalanan karier yang menarik dan penuh tantangan. Berasal dari Malang, Indonesia, Rahadyan membawa perspektif unik dan kaya budaya ke dalam pekerjaannya di industri sepak bola Eropa yang sangat kompetitif.
Dalam sebuah wawancara bersama JawaPos.com, Rahadyan berbagi pengalamannya dalam menghadapi perbedaan budaya antara Indonesia dan Italia, inspirasi yang ia bawa dari tanah kelahirannya, serta tantangan yang dihadapinya dalam dunia editing video sepak bola profesional.
Bekerja di industri sepak bola Italia memberikan Rahadyan pandangan baru tentang pace kerja dan tuntutan kualitas konten. Menurutnya, tidak ada perbedaan mencolok dalam konteks bidang kerja antara Indonesia dan Italia. Namun, perbedaan utama terletak pada momentum dan kualitas konten yang harus selalu tepat waktu dan tidak boleh terlambat dipublikasikan.
"Saya kira pace kerja yang cukup membedakan keduanya, dimana momentum dan kualitas konten yang Saya buat tidak boleh dan tidak mungkin terlambat untuk dipublish," ujarnya. Konsep yang disajikan juga harus mampu dielaborasi untuk publik awam sepak bola, yang menurutnya adalah tantangan yang menyenangkan.
Sebagai seorang yang memiliki latar belakang budaya Indonesia yang kaya, Rahadyan tidak bisa melepaskan sentuhan tersebut dari karyanya. "Jelas, secara pribadi dan unconsciously sentuhan itu ada," katanya. Namun, ia menekankan bahwa perpaduan antara kedua budaya harus menjadi nilai utama dari setiap karya yang ia buat.
"Editing video adalah seni, selera menjadi tidak relevan untuk didebat, namun esensi dari apa yang ingin kita sampaikan wajib menjadi tampilan utama," tambahnya.
Menghadapi perbedaan pendekatan dalam editing video antara Serie B dan Serie A, Rahadyan merasa tidak banyak perbedaan mencolok dari segi kualitas video. "Referensi dari dari semua klub papan atas Eropa sering menjadi sumber utama kami dalam inspirasi," jelasnya.
Menurut Rahadyan, kualitas sentuhan pembeda dari si editor, detail, konteks, serta konsep dan esensi apa yang ingin disampaikan akan menjawab selera publik sosial media. Ini menunjukkan betapa pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menjaga relevansi dan daya tarik konten di tengah persaingan yang ketat.
Pengalaman Rahadyan bekerja dengan tim Como 1907 selama promosi mereka ke Serie A juga memberikan tekanan yang lebih besar untuk menghasilkan kualitas editing yang berbeda dari klub lain. "Pengalaman yang penuh dengan tekanan untuk lebih berbeda secara kualitas editing dari klub lain semakin terasa setiap harinya, dan itu menyenangkan buat saya pribadi," ungkapnya.
Selama berada di Como, point of view-nya semakin kaya, dan ia selalu menyisipkan sentuhan dari perspektif budaya Indonesia di setiap karyanya.
Sebagai seorang editor video dengan latar belakang yang unik, Rahadyan menjaga keseimbangan antara mempertahankan keaslian budaya Malang secara khusus dan Indonesia secara umum dalam karyanya serta memenuhi ekspektasi profesionalisme dalam industri sepak bola Italia. "Keseimbangan itu terjadi secara natural, tanpa perlu dipaksakan atau disengaja," katanya.
Di Italia, ia belajar bagaimana profesionalisme dalam industri sepak bola berjalan dan menghadapi kompetisi di media sosial yang menjadi hal lumrah dalam bidangnya. Hal ini membuatnya tidak cepat puas dan selalu berusaha untuk menghasilkan karya yang memiliki keunikan rasa dan perbedaan sentuhan yang menjadi pembeda dalam selera pasar sepak bola Italia.
Rahadyan juga mengakui bahwa pengalaman bekerja di Eropa memperkaya wawasan dan kemampuannya dalam editing video. "Satu hal yang selalu saya yakini dalam editing adalah, keunikan rasa dan perbedaan sentuhan, keduanya menjadi pembeda yang mahal dalam konteks selera pasar sepak bola Italia, dan saya yakin secara universal," jelasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
