
DUEL KETAT: Pelatih Korea Selatan U-23 Hwang Sun-hong (kiri) ternyata rekan setimnas Shin Tae-yong yang koleksi 50 gol untuk Timnas Korea Selatan di era 1990-an. (Emmanuel Dunand/AFP/AFC)
JawaPos.com — Pertandingan perempat final Piala Asia U-23 akan segera mempertemukan Timnas U-23 Indonesia dengan tim kuat Korea Selatan. Namun, di balik panggung pertandingan yang akan digelar, terdapat cerita menarik tentang kedua pelatih yang akan bersaing secara taktis. Salah satunya adalah Hwang Sun-hong, pelatih Korea Selatan U-23 yang memiliki sejarah yang erat dengan negaranya dan hubungan khusus dengan rekan lamanya, Shin Tae-yong.
Hwang Sun-hong bukanlah nama asing dalam dunia sepak bola Korea Selatan. Dilahirkan pada tanggal 14 Juli 1968 di Yesan, Chungnam, Korea Selatan, Hwang telah melalui perjalanan panjang yang mengantarkannya menjadi salah satu pelatih terkemuka di negaranya.
Sebelum memulai karirnya sebagai pelatih, Hwang Sun-hong dikenal sebagai seorang penyerang yang tangguh. Menurut catatan dari laman Transfermarkt, Hwang memperkuat timnas Korea Selatan sebanyak 103 kali selama kariernya, dengan pencapaian luar biasa mencetak 50 gol. Keberhasilannya dalam meraih gol membuatnya menjadi salah satu ikon sepak bola Korea Selatan pada masanya.
Tak hanya gemilang di level internasional, Hwang Sun-hong juga meraih sukses bersama timnas Korea Selatan di level klub. Bersama dengan rekan setimnya, termasuk Shin Tae-yong, Hwang mengukir sejarah dengan membawa Korea Selatan mencapai semifinal Piala Dunia 2002 yang diadakan di negaranya sendiri.
Setelah mengakhiri karirnya sebagai pemain, Hwang Sun-hong beralih profesi menjadi seorang pelatih. Pada bulan September 2021, ia ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas U-23 Korea Selatan. Sejak saat itu, Hwang berhasil mencatatkan sejumlah prestasi yang membanggakan, termasuk meraih medali emas di Asian Games Hangzhou 2022.
Namun, prestasi Hwang tidak berhenti di situ. Sebagai pelatih, Hwang Sun-hong telah menorehkan catatan impresif bersama timnas Korea Selatan U-23. Dari 20 pertandingan yang telah dilakoninya, Hwang berhasil membawa timnya meraih 14 kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya mengalami empat kekalahan. Catatan ini membuktikan kemampuan taktis dan keahlian strategis Hwang Sun-hong sebagai seorang pelatih.
Tidak hanya sukses di level klub, Hwang juga memiliki pengalaman yang berharga di kancah internasional. Sebelumnya, ia pernah menjadi pelatih interim di timnas senior Korea Selatan setelah menggantikan Jurgen Klinsmann pada tahun 2023. Meskipun hanya menjabat untuk sementara waktu, namun pengalamannya ini menjadi tambahan nilai yang berharga dalam karir kepelatihannya.
Kedekatan antara Hwang Sun-hong dan Shin Tae-yong juga menjadi sebuah cerita menarik di balik panggung pertandingan. Keduanya memiliki sejarah yang sama sebagai mantan pemain timnas Korea Selatan di tahun 1990-an. Kini, mereka akan saling berhadapan dalam pertandingan yang mungkin menjadi laga yang penuh emosi dan gengsi.
Dalam duel melawan Timnas Indonesia di perempat final Piala Asia U-23, Hwang Sun-hong akan menghadapi tantangan besar untuk membawa timnya melangkah lebih jauh. Namun, dengan pengalaman dan kemampuannya sebagai seorang pelatih yang telah teruji, Hwang siap untuk memberikan yang terbaik demi meraih kemenangan bagi Korea Selatan.
Pertemuan antara dua pelatih yang memiliki sejarah dan kedekatan pribadi yang kuat ini akan menambah keseruan dan gengsi dalam pertandingan perempat final Piala Asia U-23. Dengan keduanya sama-sama memiliki tekad untuk meraih kemenangan, pertandingan antara Timnas Indonesia dan Korea Selatan diprediksi akan menjadi laga yang sengit dan penuh gengsi.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
