
BERIKAN DUKUNGAN: Bonek memenuhi tribun Lapangan Thor saat memberikan dukungan kepada Bruno Moreira dan kawan-kawan. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persaingan memperebutkan posisi di papan tengah Liga 1 musim ini semakin memanas, terutama bagi tim-tim yang tengah berjuang untuk menghindari ancaman degradasi.
Salah satu tim yang tengah berada dalam situasi sulit adalah Persebaya Surabaya. Meskipun awalnya tampil cukup percaya diri dan ambisius untuk meraih gelar juara, kini mereka terancam tergelincir ke zona degradasi. Dua kelemahan utama telah menunjukkan dampaknya yang signifikan: kurangnya ketajaman penyerangan dan produktivitas gol yang rendah.
Peringkat ke-12 yang mereka tempati dalam klasemen sementara tentu tidak mencerminkan ambisi awal Persebaya Surabaya untuk bersaing di papan atas. Dengan hanya mengumpulkan 36 poin dari 29 pertandingan, tim ini telah menemui sejumlah kendala yang menghambat performa mereka.
Dalam lima pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya hanya mampu mencatatkan satu kemenangan. Di bawah arahan pelatih Paul Munster, meskipun ada sedikit peningkatan dengan dua kemenangan, empat seri, dan satu kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir, namun hal ini belum cukup untuk mengangkat performa tim secara signifikan.
Kendati pada awal musim mereka berhasil masuk ke empat besar dengan kemenangan atas Persis Solo, namun performa yang menurun sejak saat itu telah membuat mereka sulit untuk bertahan di posisi tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius bagi tim karena mereka kini menghadapi risiko nyata tergelincir ke zona degradasi.
Salah satu kendala utama yang dihadapi Persebaya Surabaya adalah kekurangan di lini serang. Kepergian Ze Valente ke Persik Kediri pada putaran kedua merupakan pukulan besar bagi tim ini. Valente, yang merupakan gelandang serang, telah memberikan kontribusi penting bagi Persebaya Surabaya dengan keterampilan menyerangnya. Namun, setelah kepergiannya, tim kehilangan kehadiran gelandang asing di skuad mereka.
Robson Duarte, yang sebelumnya berperan sebagai pengganti, lebih nyaman bermain sebagai winger kanan, sehingga tidak mampu sepenuhnya mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Valente. Ditambah lagi, cedera hingga hengkangnya Song Ui-young semakin memperburuk situasi ini, karena tidak ada lagi gelandang asing yang dapat diandalkan oleh Persebaya Surabaya.
Dalam sembilan laga terakhir, tim ini hanya mengandalkan gelandang lokal, tanpa adanya pengatur serangan yang efektif. Bahkan, pelatih Paul Munster terpaksa memainkan bek Kadek Raditya sebagai gelandang bertahan untuk mengisi kekosongan tersebut. Kehilangan dua gelandang asing yang memiliki kemampuan menyerang yang baik telah meninggalkan lubang besar dalam pola serangan Persebaya Surabaya.
Selain dari masalah dalam lini serang, produktivitas gol yang rendah juga menjadi beban bagi Persebaya Surabaya. Meskipun pertahanan mereka menunjukkan peningkatan dengan hanya kebobolan empat gol dalam lima laga terakhir, namun hal ini tidak cukup untuk mengamankan posisi mereka di Liga 1.
Masalah produktivitas gol telah menjadi hambatan utama bagi Persebaya Surabaya sepanjang musim ini. Di bawah arahan Paul Munster, tim ini hanya mencetak enam gol dalam tujuh pertandingan terakhir. Dengan total 29 gol dalam 29 pertandingan, rata-rata satu gol per laga, Persebaya Surabaya menjadi salah satu tim dengan produktivitas gol terendah di musim ini.
Ketidakrutinan dalam mencetak gol oleh Paulo Henrique dan kadang-kadang Bruno Moreira semakin meningkatkan kesulitan tim. Tanpa adanya opsi lain yang dapat mengatasi masalah tersebut, Persebaya Surabaya terus berjuang untuk menciptakan peluang dan mengubahnya menjadi gol.
Kondisi ini semakin memperparah situasi Persebaya Surabaya menjelang Derbi Jatim. Saat menghadapi rival abadinya, Arema FC, mereka tidak hanya harus mengatasi tekanan dari lawan, tetapi juga beban dari hasil buruk dan ketidakpastian performa mereka sendiri. Derbi Jatim bukan hanya sekadar pertandingan biasa bagi pendukung kedua tim, tetapi juga merupakan ajang untuk membuktikan dominasi di Jawa Timur.
Bagi Persebaya Surabaya, kemenangan dalam Derbi Jatim bisa menjadi penyemangat besar untuk mengakhiri tren negatif mereka dan membangun momentum positif untuk melawan ancaman degradasi. Namun, untuk mencapai hal tersebut, mereka harus segera menyelesaikan masalah dalam lini serang dan meningkatkan produktivitas gol mereka.
Jika tidak, Persebaya Surabaya berisiko tergelincir lebih jauh ke zona degradasi dan menghadapi tantangan yang semakin berat untuk bertahan di Liga 1 musim ini. Dengan begitu, derbi ini bukan hanya tentang rivalitas di lapangan, tetapi juga tentang keberlanjutan dan masa depan tim di kompetisi yang semakin ketat ini.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
