Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Maret 2024 | 04.27 WIB

Mengenang Pemain dan Pelatih Persebaya Sinyo Hartono, Arek Suroboyo Pertama yang Bermain Sepak Bola Profesional di Luar Negeri

Ilustrasi. - Image

Ilustrasi.

Marselino Ferdinan tengah merasakan kompetisi sepak bola di luar negeri, tepatnya di Liga Belgia. Sebelumnya, ada juga mantan pemain Persebaya, Andik Vermansah, yang membela klub Malaysia. Tapi, tahukah Anda, jauh sebelumnya sudah ada arek Suroboyo yang bermain membela klub mancanegara? Namanya Hartono.

Sidiq Prasetyo, Surabaya

OLEH mantan anak-anak asuhnya, Hartono dikenal keras. Bahkan metode latihan yang dterapkan sewaktu menjadi pelatih masih menjadi rujukan mereka saat menangani tim.

''Hartono sangat keras melatih khususnya dalam fisik. Tapi, hasil latihan itu terasa saat pertandingan dan kompetisi,’’ kenang Jefri Dwi Hadi, mantan gelandang Persik Kediri dan Tim Nasional Indonesia di pertengahan era 2000-an.

Selain itu, Hartono, katanya, juga memberikan contoh yang nyata dalam setiap latihan. Tembakannya, jelas Jefri, sangat keras. ''Kiper kami pun sering dijebol oleh tembakannya,’’ ujar Jefri yang dilatih Hartono di klub Gelora Dewata, Bali, itu.

Tak bisa dipungkiri, tembakan keras atau biasa disebut di sepak bola dengan nama cannonball tersebut menjadi kelebihan Hartono. Selain itu, stamina yang selalu prima juga mendukung putra tertua dari keluarga bola di Kota Surabaya, Asnan, tersebut.

Sinyo Hartono (berdiri tengah) tercatat pernah membela Persebaya dan menjadi Pelatih Green Force. Dia juga tercatat pernah bermain untuk klub di Hongkong.



''Kakak itu pernah bermain di luar negeri, di Hongkong. Hanya, saya tak tahu banyak karena masih kecil,’’ jelas Margono Asnan, adik Hartono terkecil kepada JawaPos.com.

Pengakuan mantan kapten Persebaya musim 1992-1994 itu juga dibenarkan oleh legenda hidup sepak bola Indonesia, Risdianto. Apalagi, keduanya bermain satu klub saat berlaga di Liga Hongkong.

''Kami bermain di klub Mackinons pada 1975. Saya dan Abdul Kadir. Setengah musim kemudian, Hartono menyusul,’’ paparnya.

Selain Hartono, ketika itu, ada satu lagi pemain Indonesia yang juga bergabung, yakni Jefri Pranata. Pemain tersebut didatangkan dari Persija Jakarta.
''Namun, kami semusim saja di Hongkong. Sudah cukup satu musim,’’ lanjut Risdianto.

Hartono yang oleh rekan-rekannya dipanggil dengan nama Sinyo merupakan pemain produk dari kompetisi Persebaya. Dia juga bertugas menjadi seorang polisi.

‘’Namun saat berangkat ke Hongkong, Hartono mengundurkan diri dari polisi. Awalnya, Hartono di kompetisi internal Persebaya membela klub Assyabaab,’’ tutur Gatot Mulbajadi, rekan Hartono di klub Putra Gelora.

Setelah dari Assyabaab, Hartono kemudian pindah ke Putra Gelora. Hanya, saat Green Force, julukan Persebaya, juara musim 1975-1977, nama sahabatnya itu tidak ada.

''Dia pindah ke Persema Malang bersama beberapa pemain Persebaya seperti M. Asik kiper dan Budi Santoso gelandang. Setelah itu, Hartono tak balik lagi ke Persebaya karena ikut Kompetisi Galatama membela UMS 80 Jakarta,’’ jelas Gatot yang pensiunan pegawai di Pemprov Jatim itu.

Kiprah Hartono juga tercatat sebagai pelatih yang sukses. Di bawah asuhannya, Gelora Dewata menjadi klub yang disegani di kompetisi Galatama dan Liga Indonesia. Bahkan, kesuksesannya itu membuat Persebaya memanggilnya pulang untuk menangani Green Force di musim 2002/2003.

Baca Juga: Beda Nasib Ahmad Dhani-Mulan Jameela, Dhani Pasti ke Senayan, Mulan masih Tunggu Kursi  

Sayang, sebelum kompetisi dimulai, tepatnya pada 13 Desember 2001, secara mengejutkan Hartono meninggal. Statusnya masih sebagai pelatih Persebaya. Dia dimakamkan tak jauh dari mess dan lapangan Persebaya tempatnya melatih Bejo Sugiantoro dkk.

Hujan yang mengiringi kepergiaan pemakamannya seakan menandai kesedihan Surabaya kehilangan sosok pesepak bola hebat, Hartono, pemilik cannonball yang pernah membuat klub Hongkong terpikat. (*)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore