Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Maret 2024 | 19.22 WIB

Kisah Makan Konate Terpaksa Menghabiskan Ramadhan di Surabaya Karena Gagal Mudik Akibat Pandemi Covid-19

TETAP JAGA KEBUGARAN: Makan Konate punya kisah menarik ketika terpaksa menghabiskan Ramadan di Surabaya karena pandemi Covid-19 dan dia tetap jaga kebugaran dengan joging di area parkir mobil. - Image

TETAP JAGA KEBUGARAN: Makan Konate punya kisah menarik ketika terpaksa menghabiskan Ramadan di Surabaya karena pandemi Covid-19 dan dia tetap jaga kebugaran dengan joging di area parkir mobil.

JawaPos.com — Ramadan, bulan penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia, menjadi momen yang berbeda bagi Makan Konate, pemain asal Mali yang pernah membela Persebaya Surabaya.

Tinggal di Surabaya tanpa kehadiran keluarga dan teman-teman, Makan Konate merasakan kesendirian yang cukup menyedihkan, terutama di tengah pandemi Covid-19 yang membuat rencana mudiknya harus urung terwujud.

Meskipun ini bukan kali pertama Makan Konate menjalani Ramadan di Indonesia, namun kali ini terasa berbeda. Sebelumnya, dia biasa menjalani bulan suci ini di Kota Malang bersama istri dan anak-anaknya. Namun, situasi berubah drastis tahun ini. "Kalau di Malang, saya masih ditemani istri dan anak. Sekarang sendirian," ujarnya dengan rasa rindu yang terasa dalam setiap kata dikutip dari Jawa Pos koran edisi 29 April 2020.

Kehadiran sang istri sangat dibutuhkan oleh Makan Konate, terutama di masa-masa Ramadan yang penuh berkah ini. Namun, pandemi Covid-19 membuat rencana untuk berkumpul dengan keluarga menjadi terhambat. "Kalau tidak ada Covid-19, pasti istri dan anak saya sudah ada di Surabaya sekarang," tambahnya.

Meskipun jauh dari keluarga, Makan Konate tidak kehilangan kontak dengan mereka. Setiap hari, dia rutin melakukan video call untuk menjaga kebersamaan dan rasa kasih sayang antara suami dan istri. Meskipun hanya lewat layar, tetapi setiap momen berharga dalam Ramadan tetap bisa dirasakan oleh Makan Konate.

"Setiap hari pasti video call," jelas mantan pemain Sriwijaya FC itu.

Namun, tidak hanya keluarga, Makan Konate juga merindukan kebersamaan dengan rekan-rekan satu apartemennya, terutama sesama pemain asing Persebaya Surabaya. Sebelumnya, mereka biasa melakukan berbagai kegiatan bersama, seperti bermain game dan makan bersama. Namun, kini, setelah semua teman mudik, Makan Konate harus menjalani Ramadan sendirian.

"Kami sering main game bareng. Makan juga sering bersama-sama," sebut Makan Konate. "Karena itu saya sering komunikasi dengan mereka (Da Silva, Aryn, Mahmoud) melalui WhatsApp," imbuhnya.

"Saya rindu sama Da Silva, Aryn, dan Mahmoud. Karena biasanya kami sering bersama-sama," ungkap Makan Konate dengan nada rindu. Namun, meskipun sendirian, Makan Konate tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam kesedihan. Dia menemukan cara untuk mengusir jenuh dengan melakukan berbagai kegiatan di apartemennya.

Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh Makan Konate adalah joging di area parkir mobil saat menjelang berbuka puasa. Meskipun mungkin terdengar tidak lazim, namun bagi Makan Konate, itu adalah cara yang efektif untuk menjaga kondisi fisik dan mengusir rasa jenuh. Selain itu, dia juga melakukan latihan di kamar ketika tidak bisa keluar.

Namun, di samping aktivitas fisik, Makan Konate juga memiliki kegiatan lain untuk menghibur diri, seperti menonton TV. Meskipun sendirian, Makan Konate mencoba untuk tetap menjaga semangat dan kebahagiaannya di tengah kesendirian yang dialaminya.

"Sore saya joging di tempat parkir mobil. Atau kadang latihan di kamar," jelas mantan pemain Persib Bandung itu. Kalau sudah lelah, ada cara lain untuk menghibur diri. "Biasanya sih nonton TV," tambahnya.

Tentu, tidak ketinggalan soal menu berbuka puasa. Meskipun sendirian, Makan Konate tidak terlalu ribet soal makanan. Dia memilih menu sederhana yang mudah dijumpai, seperti kurma, susu, roti bakar, dan sup ayam. Dengan menu yang sederhana namun bergizi, Makan Konate tetap menikmati setiap momen berbuka puasa.

"Biasanya kalau buka pakai kurma, susu, roti bakar, sama sup ayam. Buahnya apel saja sudah cukup," kata pemain asal Mali tersebut.

Meskipun sebenarnya ingin pulang kampung ke Mali, namun rencana tersebut harus urung terwujud karena pemerintah Mali menerapkan status lockdown kala itu. Dengan demikian, Makan Konate terpaksa menghabiskan Ramadan di Surabaya, menjalani bulan suci ini dengan kesabaran dan kekuatan hati yang luar biasa.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore