
LEGENDA: Legenda Persebaya Budi Johanis berpulang. (Radar Surabaya)
JawaPos.com — Pada Rabu, 3 Maret 2021, dunia sepak bola Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya, Budi Johanis. Legenda Persebaya Surabaya ini telah berpulang di usia 64 tahun, meninggalkan kenangan indah sebagai salah satu pemain paling setia dan berprestasi dalam sejarah klub.
Budi Johanis bukanlah sosok yang asing bagi penggemar sepak bola Indonesia, terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan skuad Green Force sejak era 1980-an. Namanya melambung sebagai salah satu pemain kunci yang membawa Persebaya meraih prestasi gemilang, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Keputusan Budi Johanis untuk tetap setia bersama Persebaya menjadi sebuah legenda dalam dirinya. Meski dihadapkan pada godaan dari berbagai klub lain, termasuk yang menawarkan imbalan finansial menggiurkan, Budi tetap memilih untuk memperkuat tim kesayangannya, Green Force. Keputusan ini mencerminkan kesetiaannya yang luar biasa terhadap klub dan kota kelahirannya, Surabaya.
Prestasi gemilang Budi Johanis bersama Persebaya mencuat saat tim tersebut berhasil meraih gelar juara Perserikatan pada musim 1988/1989. Di babak final, Persebaya berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor akhir 3-2, di mana Budi Johanis turut berperan penting dalam kesuksesan tersebut.
Tak hanya di level klub, Budi juga merupakan sosok yang diandalkan di level internasional. Pada 1979, dia menjadi bagian dari skuad PSSI Binatama yang berlatih di Brasil. Pengalaman berharga ini membentuk kariernya sebagai seorang pemain yang berkualitas dan berbakat.
Selama 16 tahun bersama Persebaya, Budi Johanis tidak hanya menjadi simbol kesetiaan, tetapi juga merupakan salah satu pemain terbaik di era Persebaya tersebut. Dia berhasil menyabet gelar pemain terbaik Perserikatan pada musim 1985/1986, menegaskan reputasinya sebagai salah satu playmaker terbaik di Indonesia saat itu.
Kisah Budi Johanis juga mencakup momen-momen bersejarah dalam sejarah Persebaya, termasuk penampilan gemilangnya di Piala Surya dan pencapaian juara Perserikatan. Namun, prestasi bukanlah satu-satunya warisan yang dia tinggalkan. Budi juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati, disiplin, dan penuh semangat dalam setiap pertandingan.
Mengenang perjalanan karier Budi Johanis, kita tidak bisa tidak membandingkannya dengan salah satu legenda sepak bola dunia, Francesco Totti. Seperti Totti yang hanya membela AS Roma sepanjang karier profesionalnya, Budi Johanis juga hanya mengenakan seragam Persebaya selama 16 tahun kariernya. Kedua pemain ini menjadi simbol kesetiaan dan dedikasi yang luar biasa terhadap klub kesayangan mereka.
Kepergian Budi Johanis meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, penggemar Persebaya, dan seluruh komunitas sepak bola Indonesia. Namun, warisan dan kenangan indahnya akan terus hidup dalam sejarah Persebaya dan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi mendatang.
Selamat jalan, Budi Johanis, legenda sejati Persebaya Surabaya. Semoga tempatmu di surga, dan cerita perjuanganmu akan terus dikenang selamanya dalam hati para penggemar sepak bola Indonesia.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
