
BERPOTENSI SANKSI: Reva Adi Utama berpotensi mendapatkan sanksi tambahan karena tidak segera pergi ke ruang ganti setelah mendapatkan kartu merah di laga Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC.
JawaPos.com – Pertandingan sengit antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC, Minggu (4/2) sore, tidak hanya menyajikan aksi di lapangan, tetapi juga insiden kontroversial yang melibatkan pemain Persebaya Reva Adi Utama.
Komentar Radja Nainggolan, yang tidak bisa menyembunyikan keheranannya terhadap sikap Reva Adi Utama yang menolak segera meninggalkan lapangan setelah mendapatkan kartu merah, mengundang pertanyaan seputar disiplin dan aturan yang harus diikuti oleh setiap pemain.
Menurut Law 12 - Fouls and Misconduct dalam aturan permainan FIFA, setiap pemain yang mendapatkan kartu merah diwajibkan meninggalkan lapangan secepat mungkin. Dalam hal ini, wasit bertanggung jawab untuk memastikan pemain keluar dari lapangan, dan wasit keempat membantu mengawal pemain menuju terowongan dan selanjutnya ke ruang ganti.
“A player, substitute or substituted player who has been sent off must leave the vicinity of the field of play and the technical area,” tulis aturan FIFA.
Namun, kejadian pada pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC memunculkan pertanyaan serius terkait kurang patuhnya Reva Adi Utama terhadap aturan tersebut. Setelah menerima kartu merah, Reva Adi Utama tidak segera meninggalkan lapangan dan justru memilih untuk duduk di bangku pemain Persebaya Surabaya.
Hal ini menciptakan ketidakjelasan apakah pemain tersebut dapat kembali berpartisipasi dalam pertandingan atau tidak.
Dalam situasi seperti ini, aturan FIFA sangat tegas. Seorang pemain yang mendapat kartu merah harus meninggalkan lapangan sepenuhnya dan tidak diperbolehkan untuk mengambil bagian lebih lanjut dalam permainan atau duduk di bangku cadangan, jika disediakan. Reva Adi Utama sepertinya melanggar aturan ini dengan jelas, dan hal ini menimbulkan keraguan apakah dia akan dihukum lebih lanjut.
Mengenai masalah ini, Radja Nainggolan menyampaikan, “Sejak Anda mendapat kartu merah dan (apakah bisa) kembali ke lapangan? Saya belum pernah melihat situasi ini.”
Komentar ini mencerminkan kebingungan banyak pihak terkait tindakan Reva Adi Utama yang dianggap tidak lazim.
Dalam kebanyakan pertandingan, pemain yang mendapat kartu merah biasanya langsung menuju ruang ganti sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan dan sebagai pertanda pengakuan atas kesalahan yang telah dilakukan. Namun, Reva Adi Utama sepertinya tidak mengindahkan hal ini dan memilih jalur yang kontroversial.
Penolakan Reva Adi Utama untuk segera meninggalkan lapangan bukan hanya pelanggaran terhadap aturan permainan, tetapi juga dapat dianggap sebagai sikap yang tidak sportif. Sikap ini dapat merusak integritas pertandingan dan menimbulkan ketidakpuasan dari berbagai pihak, termasuk penggemar dan pengamat sepak bola.
Menurut Law 12, dalam pertandingan, pemain yang mendapat kartu merah harus meninggalkan area tersebut sepenuhnya. Ini mencakup tidak diperbolehkannya pemain berada di pinggir lapangan atau duduk di bangku cadangan. Aturan ini dibuat untuk menjaga disiplin dan menegaskan bahwa setiap pemain harus menghormati keputusan wasit.
Reva Adi Utama seolah-olah tidak mematuhi aturan ini, dan hal ini bisa berakibat serius. FIFA dan otoritas sepak bola setempat mungkin akan meninjau insiden ini dan mempertimbangkan tindakan disiplin lebih lanjut terhadap Reva Adi Utama. Sanksi yang mungkin diberikan termasuk larangan bermain untuk beberapa pertandingan atau denda yang signifikan.
Pentingnya menegakkan aturan dan disiplin dalam dunia sepak bola tidak bisa diremehkan. Aturan permainan seperti yang diatur oleh FIFA bertujuan untuk menjaga fair play dan keamanan para pemain. Melanggar aturan ini dapat merugikan tidak hanya pemain yang bersangkutan, tetapi juga citra tim dan sepak bola sebagai olahraga yang adil dan bersih.
Pihak Persebaya Surabaya dan Reva Adi Utama sendiri harus segera memberikan klarifikasi terkait insiden ini. Apakah tindakan Reva Adi Utama merupakan keputusan pribadi atau instruksi dari pelatih atau manajemen tim, perlu diketahui untuk menghindari spekulasi yang dapat merugikan semua pihak.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
