
GENJOT PERSIAPAN: Paul Munster (kanan), pelatih baru Persebaya, saat kali pertama memimpin saat latihan di lapangan THOR, Surabaya (4/1).
JawaPos.com - Persebaya Surabaya sempat berpindah-pindah latihan. Bahkan, latihan tersebut pernah dilakukan di luar Kota Pahlawan. Seperti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Gelora Joko Samudro atau Gejos di Gresik.
Namun, saat ini, anak asuh Paul Munster tersebut lebih sering berlatih di lapangan-lapangan di Kota Surabaya. Misalnya di Lapangan ABC Kompleks Gelora Bung Tomo, Benowo, Lapangan Gelora 10 November, dan Lapangan THOR.
Namun di antara semua lapangan tersebut, lapangan THOR yang kualitasnya termasuk jempolan. Dengan rumput dan tekstur tanah yang masuk kategori internasional karena masuk dalam lapangan latihan ketika Indonesia, khususnya Kota Surabaya, menjadi host Piala Dunia U-17 pada 10 November-2 Desember 2023.
Hanya, siapa sangka, Lapangan THOR pernah bisa dikatakan sangat jelek. ''Dulu kalau musim kemarau berdebu dan kalau hujan gak bisa dipakai. Cukup lama kondisi seperti itu terjadi,'' kata Suhadi, warga sekitar yang bermain di Lapangan Thor sejak 1986.
Bahkan, ketika itu, sudah ada lintasan lari. Namun bukan dari karet sintetis seperti sekarang. ''Lintasannya dari batu bata yang dihancurkan halus,'' kenangnya.
Oleh orang-orang di sekitar lapangan, khususnya yang sudah berusia lanjut, disebut bahwa Lapangan THOR sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
''Memang benar dari data yang saya dapat Lapangan THOR sudah ada sejak 1901. Lapangan THOR dahulu merupakan markas klub kesebelasan (sepak bola) THOR,'' ungkap Sudi Harjanto, salah satu pemerhati sejarah di Surabaya Raya.
Klub THOR, jelasnya, berdiri pada 7 September 1901. Apa kepanjangan lapangan THOR? ternyata dari bahasa Belanda "Tot Heil Onzer Ribbenkast" yang artinya "Demi Tulang Rusuk Kita."
''Anggotanya hanya orang-orang Belanda saja. Kala itu dilengkapi tanah berwarna coklat di sekeliling pinggir lapangan,'' ujarnya.
Asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi pun mengakui kualitas Lapangan THOR. Apalagi setelah dipakai sebagai lapangan pendukung Piala Dunia U-17. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
