Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2024 | 13.42 WIB

Sejarah Lapangan THOR Tempat Latihan Persebaya Ternyata Sejak 1901 dan Sempat Sangat Jelek Kualitasnya

GENJOT PERSIAPAN: Paul Munster (kanan), pelatih baru Persebaya, saat kali pertama memimpin saat latihan di lapangan THOR, Surabaya (4/1). - Image

GENJOT PERSIAPAN: Paul Munster (kanan), pelatih baru Persebaya, saat kali pertama memimpin saat latihan di lapangan THOR, Surabaya (4/1).

JawaPos.com - Persebaya Surabaya sempat berpindah-pindah latihan. Bahkan, latihan tersebut pernah dilakukan di luar Kota Pahlawan. Seperti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Gelora Joko Samudro atau Gejos di Gresik.

Namun, saat ini, anak asuh Paul Munster tersebut lebih sering berlatih di lapangan-lapangan di Kota Surabaya. Misalnya di Lapangan ABC Kompleks Gelora Bung Tomo, Benowo, Lapangan Gelora 10 November, dan Lapangan THOR.

Namun di antara semua lapangan tersebut, lapangan THOR yang kualitasnya termasuk jempolan. Dengan rumput dan tekstur tanah yang masuk kategori internasional karena masuk dalam lapangan latihan ketika Indonesia, khususnya Kota Surabaya, menjadi host Piala Dunia U-17 pada 10 November-2 Desember 2023.

Hanya, siapa sangka, Lapangan THOR pernah bisa dikatakan sangat jelek. ''Dulu kalau musim kemarau berdebu dan kalau hujan gak bisa dipakai. Cukup lama kondisi seperti itu terjadi,'' kata Suhadi, warga sekitar yang bermain di Lapangan Thor sejak 1986.

Bahkan, ketika itu, sudah ada lintasan lari. Namun bukan dari karet sintetis seperti sekarang. ''Lintasannya dari batu bata yang dihancurkan halus,'' kenangnya.

Oleh orang-orang di sekitar lapangan, khususnya yang sudah berusia lanjut, disebut bahwa Lapangan THOR sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

''Memang benar dari data yang saya dapat Lapangan THOR sudah ada sejak 1901. Lapangan THOR dahulu merupakan markas klub kesebelasan (sepak bola) THOR,'' ungkap Sudi Harjanto, salah satu pemerhati sejarah di Surabaya Raya.

Klub THOR, jelasnya, berdiri pada 7 September 1901. Apa kepanjangan lapangan THOR? ternyata dari bahasa Belanda "Tot Heil Onzer Ribbenkast" yang artinya "Demi Tulang Rusuk Kita."

''Anggotanya hanya orang-orang Belanda saja. Kala itu dilengkapi tanah berwarna coklat di sekeliling pinggir lapangan,'' ujarnya.

Asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi pun mengakui kualitas Lapangan THOR. Apalagi setelah dipakai sebagai lapangan pendukung Piala Dunia U-17. (*)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore