
POIN TIGA: Pemain Arema Irsyad menjebol gawang Persik kemarin (17/9). FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS
JawaPos.com - Javier Roca hanya punya waktu empat hari setelah ditunjuk sebagai pelatih Arema FC untuk bisa mewujudkan gaya bermain yang diinginkan manajemen dan suporter. Gaya bermain yang menunjukkan karakter Singo Edan.
Gaya bermain yang dirasa tidak tampak selama ditukangi pelatih sebelumnya, Eduardo Almeida.
Bukan perkara mudah. Apalagi, dia datang ketika kompetisi sudah berjalan. Dan, calon lawan yang akan dihadapi sore nanti di Stadion Kanjuruhan adalah Persib Bandung dengan skuad mumpuni meski secara permainan belum konsisten.
Namun, Roca sudah memutuskan menerima tantangan dan akan membuktikan mampu mengembalikan gaya bermain khas Arema FC. ”Kalau semua pemain Arema FC langsung mengerti apa yang pelatih mau, pasti itu bisa terwujud,’’ tegas mantan pelatih Persik Kediri itu.
Gaya Malangan yang khas dengan permainan menyerang bakal coba diaplikasikan melalui strateginya. ”Kami bisa main sedikit lebih agresif. Bisa pressing daerah lawan serta main cepat satu dua sentuhan,” imbuhnya.
Dia juga bakal menyiapkan susunan pemain yang full bisa menyerang. Pelatih asal Cile itu yakin dengan kualitas dan pengalaman yang dimiliki para pemain. ”Saya juga sudah melihat apa yang jadi kekurangan Arema FC selama ini,” katanya sembari menambahkan kekurangan itu adalah soal penyelesaian akhir.
Karena itu, dalam waktu empat hari, dia fokus membenahi masalah finishing. ”Saya juga beri kepercayaan diri kepada pemain agar bisa cetak gol,” tuturnya.
Photo
Pelatih Persib Bandung Luis Milla ketika masih menangani Timnas U-22. (FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS)
Kesulitan yang dihadapi Roca juga terjadi pada pelatih Persib Luis Milla. Pelatih asal Spanyol itu punya waktu sekitar seminggu untuk full memberikan pemahaman taktik kepada Rachmat Irianto dkk. Yakni, gaya khas Spanyol yang dikenal bermain dengan pressing dan penguasaan bola.
Milla menuturkan, sulit sekali dengan waktu 10 hari pemain bisa mengerti apa yang diinginkannya. Mengerti filosofi bermainnya. ”Semua perlu waktu. Sangat tidak mudah bagi pelatih menerapkan ide dalam waktu yang cepat,” ujarnya. (rid/c6/fal)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
