
Ray Redondo - INSTAGRAM RAYREDONDO96
JawaPos.com - Ray Redondo masih sulit percaya dirinya sampai ke titik sekarang ini. Menjadi kiper utama PSIS Semarang, klub Liga 1 pertama yang dia perkuat.
Musim lalu kiper 26 tahun itu masih berkiprah di Liga 2 bersama PSKC Cimahi. Dia juga pernah bermain di Liga 3 bersama Persipa Pati, Persijap Jepara, dan Persiku Kudus.
”Alhamdulillah, saya bisa memulai karier dari kompetisi kasta terbawah sampai Liga 1. Pengalaman ini juga mengasah kemampuan saya untuk menjadi profesional,” ucap Redondo kepada Jawa Pos kemarin sore.
Setelah Jandia Eka Putra pindah ke PSS Sleman, pos penjaga gawang PSIS Semarang dihuni empat kiper. Selain Redondo, ada Arifin Setyadi, 20; Yofandani Pranata, 21; dan Wahyu Tri ”Rambo” Nugroho, 36.
Namun, di antara empat kiper itu, baru Redondo yang dipercaya mengawal gawang PSIS dalam tiga laga awal Liga 1. Dan, dia kembali berpeluang menjadi pilihan pertama saat timnya bertemu Persib Bandung sore ini di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung.
Penjaga gawang kelahiran Ungaran, Kabupaten Semarang, 19 Maret 1996, tersebut mengungkapkan, banyak orang yang berjasa dalam karier sepak bolanya. Di PSIS, dia dibimbing para penjaga gawang senior. Dia juga digembleng langsung oleh legenda hidup Laskar Mahesa Jenar I Komang Putra. Apalagi, PSIS kini juga punya pelatih kiper asal Inggris Rory Grand.
Dalam tiga pertandingan awal musim ini, gawang PSIS yang dijaga Redondo baru kebobolan empat kali. Hari ini aksi Redondo di bawah mistar akan diadu dengan kiper senior Persib I Made Wirawan yang mungkin menjadi starter.
Secara pengalaman, Made jelas jauh lebih matang. Dia pernah menjaga gawang Perseden Denpasar (2002–2004), Persekaba Badung (2004–2006), dan Persiba Balikpapan (2006–2012). Dialah kiper utama Maung Bandung saat kali terakhir menjuarai strata teratas kompetisi di tanah air pada 2014.
Kiper 41 tahun itu akan bermain dengan motivasi tinggi. Dia ingin memberikan jawaban bahwa pelatih tidak salah memberikannya kesempatan bermain perdana untuk Liga 1 musim ini.
”Secara pribadi, saya sudah sangat siap untuk menghadapi pertandingan besok (hari ini, Red). Hasil buruk dalam tiga laga awal sudah dievaluasi,” ucap Made.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
