Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Januari 2024 | 23.06 WIB

Rivalitas Panjang saat Indonesia dan Jepang Saling Mengalahkan di Era 1960 sampai 1980-an

RIVALITAS PANJANG: Rafael Struick akan jadi bagian penting rivalitas panjang Timnas Indonesia menghadapi Jepang di Piala Asia 2023. (Tim Media PSSI) - Image

RIVALITAS PANJANG: Rafael Struick akan jadi bagian penting rivalitas panjang Timnas Indonesia menghadapi Jepang di Piala Asia 2023. (Tim Media PSSI)

JawaPos.com – Sejarah sepak bola antara Timnas Indonesia dan Jepang dalam rentang waktu 1960-an hingga 1980-an menghadirkan kisah dramatis, penuh dengan kejutan dan momentum emosional.

Dua tim, Garuda dan Samurai Biru, saling mengalahkan. Pertemuan mereka menciptakan rivalitas yang menarik dan tak terlupakan. Mari kita merenung kembali perjalanan seru ini yang mencakup kemenangan gemilang, kekalahan pahit, dan momen epik di lapangan.

Pertemuan awal antara Timnas Indonesia dan Jepang terjadi dalam babak penyisihan Merdeka Games Malaysia 1968 di Stadion Perak, Ipoh. Timnas Indonesia tampil mengagumkan dengan mencukur Jepang 7-0. Pencapaian gemilang ini memberikan Timnas Indonesia modal awal yang kuat dalam rivalitas ini.

Tanggal 9 Juni 1974 menjadi momen bersejarah ketika Timnas Indonesia mencetak kemenangan perdana melawan Jepang di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Dalam turnamen Anniversary Cup, Timnas Indonesia menang 3-0 berkat dua gol dari Abdul Kadir dan satu gol dari Risdianto. Kemenangan ini menandai dominasi Timnas Indonesia dalam periode pertama rivalitas ini.

Dalam catatan pertemuan di era tersebut, Timnas Indonesia mengemas enam kemenangan dari 15 pertandingan menghadapi Jepang. Namun, tidak hanya kemenangan yang mereka raih.

Meskipun mencatat kemenangan terbesar pada 1968, Timnas Indonesia juga menghadapi kekalahan terburuk pada Merdeka Games Malaysia 1976, dengan skor 0-5.

Pertemuan bersejarah di Stadion Utama Senayan, 24 Februari 1981, menjadi babak terakhir dalam periode pertama rivalitas ini. Timnas Indonesia mengakhiri perjumpaan dengan Jepang dengan kemenangan pamungkas 2-0 lewat gol Bambang Nurdiansyah dan Berty Tutuarima. Momen epik ini menciptakan kenangan manis bagi Timnas Indonesia di era tersebut.

Namun, seperti dalam setiap kisah sepak bola, tidak selalu ada kemenangan. Pada kualifikasi Piala Dunia Italia 1990, Timnas Indonesia hanya sekali mampu menghindar dari kekalahan saat bermain imbang tanpa gol di Stadion Utama Senayan pada 28 Mei 1989. Namun, dalam laga kedua di stadion Nasional Nishioka, Tokyo, 11 Juni 1989, Timnas Indonesia dilibas 0-5 oleh Jepang.

Rivalitas sepak bola antara Timnas Indonesia dan Jepang di era 1960-an hingga 1980-an tidak hanya sekadar pertandingan, melainkan sebuah perjalanan emosional. Dari kejutan besar hingga kemenangan bersejarah, dan dari kekalahan pahit hingga momen epik, kedua tim telah membentuk sejarah tak terlupakan.

Meski Jepang mungkin unggul dalam statistik, Timnas Indonesia tetap menyimpan kenangan gemilang dan semangat juang yang pantang padam jelang laga krusial Grup D Piala Asia 2023. Rivalitas ini bukan hanya tentang hasil akhir di papan skor, tetapi juga tentang semangat dan gairah yang mengalir di dalam hati para pemain dan penggemar sepak bola kedua negara.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore