Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 23.47 WIB

Si Kapten Bengal yang Sempat ‘Menghabisi’ Ayah Haaland Ini Salah Satu Pemain Favorit Paul Munster

Roy Keane saat masih menjadi asisten pelatih Irlandia menyebut kelemahan Manchester United. (REUTERS/Matthew Childs) - Image

Roy Keane saat masih menjadi asisten pelatih Irlandia menyebut kelemahan Manchester United. (REUTERS/Matthew Childs)

JawaPos.com – Dunia sepak bola tidak hanya dikenal dengan kejayaan dan prestasi gemilang, tetapi juga kisah-kisah kontroversial yang tak terlupakan.

Salah satu episode terpanas dalam karier Roy Keane adalah saat dia didenda sebesar 155.000 poundsterling dan dikenai skorsing delapan pertandingan setelah melakukan tekel keras kepada Alf-Inge Haaland dalam Derby Manchester pada 2001.

Simak perjalanan penuh emosi ini yang mencapai puncaknya dengan akhir tragis bagi karier pemain Norwegia tersebut.

Perkelahian dengan Peter Schmeichel dan Pengakuan Tak Terduga

Sebagai pemain dengan karakter yang tajam, Roy Keane tidak pernah takut menghadapi masalah. Dalam bukunya, Roy Keane mengungkapkan momen kontroversial ketika dia terlibat dalam pertikaian fisik dengan Peter Schmeichel selama tur pra-musim ke Asia pada 1998.

Bahkan, kejadian ini membuat mata kiper Denmark tersebut lebam dan menyebabkan ketidaknyamanan di kubu Manchester United. Alex Ferguson menyebut insiden ini sebagai aib bagi klub.

Tekel Mematikan yang Menghantui Derby Manchester

Kejadian paling kontroversial dalam karier Roy Keane terjadi pada Derby Manchester pada 2001. Roy Keane melakukan tekel keras kepada Alf-Inge Haaland, yang tidak hanya mendapat hukuman denda besar dan skorsing delapan pertandingan, tetapi juga mengakhiri karier pemain Norwegia ini secara prematur.

Meskipun banyak yang mengecam tindakannya, Roy Keane menyatakan bahwa ini adalah bentuk pembalasan atas insiden tahun sebelumnya ketika dia mengalami cedera serius akibat pelanggaran ayah Erling Haaland tersebut.

Perseteruan Panas dengan Sir Alex Ferguson

Bukan hanya rekan satu tim, hubungan Roy Keane dengan pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, juga menjadi titik kontroversi. Dalam bukunya, Roy Keane mengungkapkan perseteruan mereka mencapai puncak ketika Ferguson berusaha menengahi adu mulutnya dengan asisten manajer, Carlos Queiroz.

Ancaman Roy Keane kepada Sir Alex Ferguson mengakhiri hubungan mereka, dan pemain nomor punggung 16 itu meninggalkan Manchester United pada 2005 dengan kepala tegak.

Kesempatan Terlewat Bersama Real Madrid

Roy Keane juga membagikan cerita menarik tentang bagaimana dia menolak bergabung dengan Real Madrid. Meski memiliki kesempatan bergabung dengan salah satu klub paling bergengsi di dunia, Roy Keane menolak tawaran itu karena takut menghadapi tantangan di Liga Spanyol. Keputusannya ini membawa pemain asal Irlandia itu bergabung dengan Celtic. Sebuah keputusan yang mungkin membuat banyak penggemar bertanya-tanya, "Apa yang bisa terjadi jika Roy Keane memilih bermain di Santiago Bernabeu?"

Penawaran Nomor 7 dari Sir Alex Ferguson

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore