
Skuad juara Persebaya 1996/1997 di bawah komando Rusdy Bahalwan. (Irwan Herdyanto/JawaPos)
JawaPos.com – Sebuah nama yang tak pernah pudar di benak para Bonek, Justino Pinheiro, bek asal Brasil yang menjadi bagian integral dari kejayaan Persebaya Surabaya pada musim 1996/1997.
Stopper tangguh ini, bersama rekan-rekannya, berhasil menciptakan kisah magis dengan meraih gelar juara Liga Indonesia.
Dalam balutan seragam Green Force, Justino Pinheiro bukan hanya seorang pemain. Dia adalah pondasi kukuh di lini belakang, seorang penghancur serangan lawan, dan bahkan tak jarang menjadi penyelamat dengan kepiawaiannya mencetak gol. Namun, sayangnya, sosok ini telah tiada, meninggalkan sejuta kenangan di relung hati para Bonek.
Masa-masa Awal di Indonesia: Jacksen F Tiago sebagai Pengantar
Justino Pinheiro pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada musim 1996/1997. Keputusan untuk mendarat di Liga Indonesia ternyata tidak lepas dari peran sahabat karibnya, Jacksen F Tiago. Keduanya datang sebagai duo serangan yang tak terbendung di lapangan.
Kemampuan Justino Pinheiro terbilang lengkap. Selain menjadi tembok pertahanan yang sulit ditembus, dia juga mampu mencetak gol ketika diperlukan. Dalam formasi andalan 3-5-2, Justino Pinheiro selalu menjadi ujung tombak di lini belakang bersama Bejo Sugiantoro dan “Pace” Chairil Anwar Ohorella atau Mursyid Effendi.
Jejak Kemenangan dan Gol Penentu di Laga Bersejarah
Musim 1996/1997 menjadi tonggak sejarah bagi Persebaya dan tentu saja bagi Justino Pinheiro. Dalam sebuah laga yang akan dikenang selamanya, pada 25 Juli, 23 tahun silam, Justino Pinheiro mencetak gol penentu yang membawa Persebaya Surabaya melaju ke partai final Liga Indonesia 1996/1997.
Ketika itu, Persebaya Surabaya berhasil menumbangkan seteru abadi, PSM Makassar, dengan skor akhir 3-2. Justino Pinheiro menjadi sosok pahlawan dengan menciptakan gol di menit-menit krusial. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiket ke final, tapi juga menandai keunggulan Persebaya Surabaya sebagai tim tak terkalahkan di kandang.
Selain itu, Justino Pinheiro turut menciptakan momen bersejarah ketika Persebaya Surabaya menghadapi Persijatim Jakarta Timur pada 21 Juni 1997. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 9-0, Justino Pinheiro menjadi bagian dari kekuatan tak terbendung dari Green Force.
Gol-gol Carlos de Melo, Uston Nawawi, dan Justino Pinheiro sendiri menjadi pesta yang sulit dilupakan bagi para Bonek. Pertandingan ini memperlihatkan sejauh mana dominasi Persebaya Surabaya dalam musim tersebut dan mengukuhkan status mereka sebagai Dream Team.
Kepergian yang Meninggalkan Duka
Namun, bagaimanapun juga, kisah sepak bola tak selamanya bersinar cerah. Justino Pinheiro, sang legenda hidup Persebaya Surabaya, telah meninggalkan dunia ini beberapa tahun yang lalu di tanah kelahirannya, Brasil. Kepulangannya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh keluarga besar Persebaya Surabaya dan tentu saja, para Bonek.
Justino Pinheiro bukan hanya sekadar nama dalam daftar pemain, tapi dia adalah bagian dari identitas Persebaya Surabaya. Momennya yang gemilang dan gol penentu di laga semifinal melawan PSM Makassar akan selalu diabadikan sebagai bagian dari kisah kejayaan klub kebanggaan Surabaya ini.
Peran Penting Bek Asing di Sejarah Persebaya Surabaya

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
