
Coach Agam Haris berfoto di markas Al Wehda Putri yang bermain di Liga 1 Arab Saudi. (Agam Haris for JawaPos.com)
JawaPos.com – Pergolakan dunia sepak bola Tanah Air kembali mencuri perhatian dengan keberhasilan asisten pelatih Persewar Waropen, Agam Haris, yang melangkah ke panggung internasional dengan menjadi bagian dari Al Wehda Putri di Liga Arab Saudi.
Sebuah perpindahan mengejutkan yang memicu berbagai spekulasi dan memberikan harapan baru untuk mengukir prestasi gemilang. Dia menjadi pelatih pertama Indonesia di Liga Arab Saudi.
Pertandingan terakhir Agam Haris bersama Persewar Waropen mendampingi pelatih kepala, Eduard Ivakdalam, menjadi awal dari babak baru dalam kariernya. Kemenangan tipis 1-0 di Stadion Mandala, Kota Jayapura, bukan hanya sebuah hasil pertandingan biasa, tetapi juga salam perpisahan yang menyiratkan langkah besar yang menantinya.
Bukan tanpa alasan pelatih berusia 30 tahun tersebut meninggalkan Persewar Waropen. Langkahnya ini mencatatkan sejarah baru, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga untuk dunia sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Keputusannya untuk bergabung dengan klub asal Arab Saudi, Al Wehda Putri, bukan sebagai pelatih fisik biasa, melainkan sebagai asisten pelatih sekaligus direktur teknik, menciptakan gebrakan baru di kancah internasional.
Dalam artikel ini, Coach Agam Haris berbicara terbuka tentang perjalanannya dari PS Hizbul Wathan, Persewa Waropen, hingga Al Wehda Putri, tantangan dan perbedaan di luar negeri, serta pandangannya terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia.
JawaPos.com (JP): Coach Agam Haris, pertama-tama selamat atas kesuksesan Anda menjadi pelatih di Liga Arab Saudi. Bagaimana perasaan Anda saat pertama kali menerima tawaran dari Al Wehda Putri?
Agam Haris (AH): Terima kasih, Mas. Awalnya, saya merasa campur aduk antara senang, bangga, dan tentu saja rasa tanggung jawab yang besar. Ini adalah kesempatan emas yang tidak bisa saya lewatkan.
JP: Bagaimana perjalanan karier Anda dalam dunia sepak bola sejak awal hingga menjadi pelatih di Al Wehda Putri di Arab Saudi?
AH: Awal mula saya memutuskan untuk berkarier menjadi pelatih sepak bola ketika tahun 2012 saya mengalami cedera lutut PCL (Posterior Cruciate Ligament) dan ketika itu saya sudah kuliah di jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya.
Saya mulai mengikuti kursus lisensi D Nasional pada bulan Oktober 2014, lanjut C AFC pada bulan Juli 2018, B diploma Februari 2020, dan A Diploma januari 2022. Kemudian saya mengajukan lamaran via email pada Mei, namun baru ada balasan beberapa bulan setelahnya yang pada saat itu saya sudah bergabung di Persewar Waropen Liga 2.
JP: Di awal karier sempat menjadi asisten dosen dan manajer di sebuah perusahaan, apa yang membuat Anda memutuskan untuk mencari peluang di luar negeri, khususnya di Makkah, Arab Saudi?
AH: Ketika menjadi asisten dosen dan manager di salah satu perusahaan pada saat itu saya masih kuliah S2. Saya bekerja sambil kuliah. Soccer is my life dan karier sebagai pelatih sepak bola profesional adalah cita-cita saya.
JP: Bagaimana pengalaman Anda beradaptasi dengan lingkungan sepak bola di Arab Saudi, mengingat perbedaan budaya dan sistem persepakbolaan, terutama soal penerapan sport science?
AH: Pada awal bulan saya berkarier hanya mengamati bagaimana cara kerja rekan-rekan pelatih dan ofisial, tentunya saya juga bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh tim kepada saya. Beradaptasi cara kerja dengan sport science yang ada di tim, selalu menerima saran dan masukan dari rekan-rekan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
