
Bonek menyalakan flare di akhir pertandingan usai Persebaya diimbangi Persis Solo 1-1 di Stadion GBT Surabaya, Rabu malam (13/12). (FOTO: Andy Satria/Radar Surabaya)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya gagal menang kembali dan hanya mampu bermain imbang saat berhadapan dengan Persis Solo dalam lanjutan laga Liga 1 2023/2024, yang digelar pada Rabu (13/12) malam kemarin.
Persebaya Surabaya dan Persis Solo, harus puas berbagi poin setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
Dengan demikian, tim asal Surabaya itu menorehkan rekor buruk klub sejak tahun 2017 yakni tak pernah menang dalam delapan kali pertandingan secara berturut-turut.
Bermain di hadapan para pendukungnya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Green Force tampak kesulitan membobol gawang lawan.
Menurut laporan Radar Surabaya (Jawa Pos Group) Kamis (14/12), Setelah pertandingan selesai, para Bonek meluapkan kekecewaan mereka terhadap penampilan Persebaya dengan menyalakan flare dan melakukan aksi sembari menunggu manajemen di pintu keluar bus pemain.
Setelah menunggu cukup lama, Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi muncul untuk bertemu dengan Bonek. Namun, kali ini Candra tidak lagi didampingi oleh manajer Yahya Alkatiri.
Kepada para Bonek, Candra menegaskan bahwa Yahya Alkatiri sudah tidak lagi terlibat dalam manajemen.
“Hari ini tidak ada manajer Yahya Alkatiri di bangku cadangan, dan kami manajemen memastikan sampai berakhir musim ini (tidak ada). Artinya beliau (Yahya, Red) tidak ada lagi di Persebaya,” tegas Candra saat menemui Bonek, Rabu (13/12) malam.
Mendengar hal tersebut, para Bonek kemudian meminta bukti konkret atas mundurnya Yahya sebagai manajer Persebaya.
Candra kemudian menjelaskan bahwa apa yang menjadi tuntutan yakni mundurnya manajer, sudah dilakukan sejak Rabu (13/12) setelah pertandingan, untuk buktinya masih dalam proses sehingga Ia meminta Bonek untuk menunggu.
Diketahui, aksi Bonek itu tidak terjadi untuk pertama kalinya, karena sebelumnya mereka juga menuntut perbaikan untuk tim Persebaya agar bisa mengembalikan marwah Green Force.
"Terkait tuntutan itu, kami (manajemen, Red) juga ingin hasil buruk ini berakhir. Namun, perlu diketahui bersama untuk perbaikan tim dengan penambahan pemain sudah tidak bisa dilakukan," tegas Candra.
Lebih lanjut, Candra memberikan garansi kepada Bonek, Ia menyebut jika di akhir musim Persebaya terus mengalami trend buruk dengan hasil yang tidak maksimal, maka ia memerintahkan Bonek untuk menghukum Persebaya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
