Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 21.40 WIB

Catat Rekor Buruk Usai Tak Pernah Menang 8 Laga Secara Beruntun, Bonek Ingatkan Persebaya Simbol Perjuangan!

Bonek menyalakan flare di akhir pertandingan usai Persebaya diimbangi Persis Solo 1-1 di Stadion GBT Surabaya, Rabu malam (13/12). (FOTO: Andy Satria/Radar Surabaya) - Image

Bonek menyalakan flare di akhir pertandingan usai Persebaya diimbangi Persis Solo 1-1 di Stadion GBT Surabaya, Rabu malam (13/12). (FOTO: Andy Satria/Radar Surabaya)

JawaPos.com – Persebaya Surabaya gagal menang kembali dan hanya mampu bermain imbang saat berhadapan dengan Persis Solo dalam lanjutan laga Liga 1 2023/2024, yang digelar pada Rabu (13/12) malam kemarin.

Persebaya Surabaya dan Persis Solo, harus puas berbagi poin setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Dengan demikian, tim asal Surabaya itu menorehkan rekor buruk klub sejak tahun 2017 yakni tak pernah menang dalam delapan kali pertandingan secara berturut-turut.

Bermain di hadapan para pendukungnya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Green Force tampak kesulitan membobol gawang lawan.

Alhasil, skor yang didapat persebaya memicu kemarahan Bonek, sebutan bagi para pendukung Persebaya.

Menurut laporan Radar Surabaya (Jawa Pos Group) Kamis (14/12), Setelah pertandingan selesai, para Bonek meluapkan kekecewaan mereka terhadap penampilan Persebaya dengan menyalakan flare dan melakukan aksi sembari menunggu manajemen di pintu keluar bus pemain.

Setelah menunggu cukup lama, Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi muncul untuk bertemu dengan Bonek. Namun, kali ini Candra tidak lagi didampingi oleh manajer Yahya Alkatiri.

Kepada para Bonek, Candra menegaskan bahwa Yahya Alkatiri sudah tidak lagi terlibat dalam manajemen.

“Hari ini tidak ada manajer Yahya Alkatiri di bangku cadangan, dan kami manajemen memastikan sampai berakhir musim ini (tidak ada). Artinya beliau (Yahya, Red) tidak ada lagi di Persebaya,” tegas Candra saat menemui Bonek, Rabu (13/12) malam.

Mendengar hal tersebut, para Bonek kemudian meminta bukti konkret atas mundurnya Yahya sebagai manajer Persebaya.

Candra kemudian menjelaskan bahwa apa yang menjadi tuntutan yakni mundurnya manajer, sudah dilakukan sejak Rabu (13/12) setelah pertandingan, untuk buktinya masih dalam proses sehingga Ia meminta Bonek untuk menunggu.

Diketahui, aksi Bonek itu tidak terjadi untuk pertama kalinya, karena sebelumnya mereka juga menuntut perbaikan untuk tim Persebaya agar bisa mengembalikan marwah Green Force.

"Terkait tuntutan itu, kami (manajemen, Red) juga ingin hasil buruk ini berakhir. Namun, perlu diketahui bersama untuk perbaikan tim dengan penambahan pemain sudah tidak bisa dilakukan," tegas Candra.

Lebih lanjut, Candra memberikan garansi kepada Bonek, Ia menyebut jika di akhir musim Persebaya terus mengalami trend buruk dengan hasil yang tidak maksimal, maka ia memerintahkan Bonek untuk menghukum Persebaya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore