
ANWAR BASALAMAH/JAWA POS RADAR KEDIRI KASIH ARAHAN: Javier Roca sudah memberikan materi latihan kepada skuad Persik Kediri.
JawaPos.com-Javier Roca kembali berkiprah di sepak bola profesional Indonesia. Pria asal Cile tersebut resmi menjadi pelatih Persik Kediri. Itu jadi babak baru dalam kariernya sebagai pelatih.
Sebagai pemain, Roca sudah menghabiskan 10 tahun kariernya di Indonesia. Dia datang kali pertama pada musim 2003. Saat itu dia memperkuat PSMS Medan. Kariernya ditutup dengan memperkuat Persis Solo pada musim 2013. Sejak saat itu, dia belum pernah berkiprah di sepak bola profesional Indonesia.
Kemarin sore pelatih 44 tahun itu sudah berada di Kediri. Kemudian langsung memimpin latihan di Stadion Brawijaya. Dia pun senang dengan anak asuh barunya. ’’Saya suka dengan komposisi pemain Persik. Mereka punya pemain daerah, naturalisasi, dan asing yang sangat baik,’’ ujar Roca.
Pelatih yang mampu membawa Santa Cruz promosi ke Primera B Cile itu mengaku sempat mendapat banyak tawaran dari klub Indonesia. Terutama dari klub Liga 2. Namun, Roca lebih memilih menangani Persik.
Lalu, apa alasannya? Padahal, selama bermain di Indonesia, dia tidak pernah berseragam Persik.
’’Pertama, saya mau gabung karena Persik bermain di Liga 1. Pertimbangan lain, saya tertarik dengan proyek yang dikembangkan Persik di masa depan,’’ jelasnya.
Apalagi, Roca melihat Persik diisi orang berkompeten dalam sepak bola Indonesia.
’’Mereka memiliki manajemen yang diisi orang-orang baru di sepak bola. Itu dibarengi dengan visi dan misi yang modern,’’ kata pelatih kelahiran 9 Agustus 1977 tersebut.
Pihak manajemen merasa klop dengan Roca. Karena itu, manajemen Macan Putih tidak ragu menunjuk pelatih yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya tersebut.
’’Kami mempunyai filosofi yang sama dengan Javier Roca. Itu menjadi pertimbangan kami untuk menunjuk Roca membesut Persik,’’ kata Manajer Persik Yahya Alkatiri.
Roca dianggap tahu karakter sepak bola Indonesia. Buktinya, dia sudah bermain di Liga Indonesia selama 10 tahun. Meski sebagai pelatih masih baru, setidaknya pengalaman itu membuat Roca tidak perlu lama beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.
’’Makanya, kami meyakini coach Roca akan membawa tim jauh lebih baik mengarungi musim ini,’’ pungkas mantan manajer Elite Pro Academy (EPA) Persebaya itu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
