
TEGAS: Futoshi Nakamura (atas) memimpin duel Persib Bandung versus Persik Kediri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jawa Barat.
JawaPos.com - Dua wasit asal Jepang memimpin dua pertandingan Liga 1 tadi malam. Yusuke Araki menjadi pengadil dalam pertandingan Persita Tangerang kontra Persikabo 1973 di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten. Kemudian, Futoshi Nakamura memimpin duel Persib Bandung versus Persik Kediri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jawa Barat.
Jimmy Napitupulu, anggota Komite Wasit PSSI, menjelaskan, kehadiran wasit Jepang tadi malam tidak terlepas dari peran Yoshimi Ogawa sebagai wakil ketua Komite Wasit PSSI. Deputi Erick Thohir di Komite Wasit PSSI itu merupakan pria berkebangsaan Jepang.
’’Ogawa merupakan kepala departemen perwasitan di Jepang. Nah, kebetulan, J-League sudah off minggu ini. Jadi, kami meminta tolong kepada dia supaya bisa meng-invite wasit dari Jepang untuk bertugas di sini,’’ tutur Jimmy kepada Jawa Pos melalui sambungan telepon tadi malam.
Mantan wasit Liga Indonesia itu menerangkan, kedatangan dua wasit asal Jepang tersebut bukan tanpa maksud. Apalagi, dua wasit yang bertugas tadi malam adalah wasit elite di Liga Jepang. PSSI ingin wasit-wasit lokal bertambah semangat.
Terlebih, para asisten wasit dan fourth official yang bertugas dalam pertandingan Persita kontra Persikabo dan Maung Bandung –julukan Persib– melawan Persik merupakan wasit lokal.
’’Wasit-wasit lokal bisa melihat performa wasit Jepang. Sebab, dalam waktu dekat mungkin kita sudah akan menggunakan VAR (video assistant referee),’’ tegas Jimmy.
Pria kelahiran 13 Oktober 1966 itu menyebut, kedatangan dua wasit Jepang di Liga 1 tadi malam juga menjadi bagian dari pengembangan kualitas wasit lokal. ’’Nanti, pada 19–25 Desember, Ogawa juga akan datang ke Indonesia. Kami ada program untuk me-refreshing para wasit untuk level I dengan sesuai standar di seluruh dunia,’’ jelasnya.
Lalu, kenapa dua wasit Jepang tersebut memimpin pertandingan di Tangerang dan Bandung? Jimmy menjelaskan, keputusan itu diambil karena alasan jarak tempuh. PSSI mempertimbangkan faktor stamina wasit.
’’Mereka baru tiba Jumat malam. Lalu, Sabtu mereka berangkat ke Tangerang dan Bandung. Jadi, untuk sementara ini, hanya di tempat terdekat dari Jakarta,’’ papar pria berlisensi FIFA tersebut.
Jimmy menambahkan, PSSI berharap sebulan sekali ada wasit dari Jepang yang datang ke Indonesia. Momen tersebut sangat penting untuk proses pembelajaran wasit.
’’Tujuan kami kan ingin men-develop. Itu tidak mudah. Membuat perubahan tidak bisa instan. Jadi, kita bisa belajar bagaimana wasit Jepang dalam membuat keputusan,’’ ungkap Jimmy.
Menurut Jimmy, dalam membuat keputusan, seorang wasit tidak bisa berdasar feeling. ’’Kebanyakan wasit Indonesia dalam memutuskan suatu pelanggaran pakai feeling dan itu kebiasaan. Harus pakai consideration,’’ terangnya.
’’Nah, pemahaman ini yang kami tekankan bahwa wasit dalam memutuskan sesuatu bukan berdasar feeling. Tapi, berdasar consideration yang ada dalam law of the game (LOTG). Meski terkadang dengan feeling bisa saja tepat, tapi begitu ada VAR, itu akan berubah,’’ imbuh Jimmy.
Karena itu, Jimmy berharap wasit-wasit Jepang bisa datang ke Indonesia minimal sebulan sekali. ’’Mengenai berapa nanti yang dikabulkan, bergantung bagaimana kompetisi mereka. Bergantung juga apakah mereka bisa melepas atau tidak. Kan mereka juga dibutuhkan di kompetisi mereka,’’ ucapnya.
Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI, menambahkan, kedatangan dua wasit Jepang tadi malam bukan berarti PSSI tidak percaya dengan wasit lokal. ’’Ini bentuk kerja sama PSSI dengan JFA (Federasi Sepak Bola Jepang). Dengan cara ini, semoga kami dapat masukan dari wasit Jepang yang bertugas dalam dua laga tersebut,’’ ucap staf khusus menteri BUMN tersebut. (fiq/drw/c17/ali)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
