Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 November 2016 | 16.32 WIB

Asprov PSSI Jatim Minta Maaf kepada Bonek dan Persebaya

Kongres PSSI batal menggelar agenda pemulihan status Persebaya. - Image

Kongres PSSI batal menggelar agenda pemulihan status Persebaya.

JawaPos.com - Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur Bambang Pramukantoro meminta maaf kepada Bonek atas pembatalan agenda pemutihan sanksi Persebaya Surabaya pada Kongres Pemilihan PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis (10/11).



Bambang mengaku, pihaknya telah berupaya mengakomodasi keinginan dari Persebaya, termasuk kaitannya dengan statusnya dalam keanggotaan PSSI.



Bambang menyebut, Asprov Jatim telah menyuarakan setuju untuk digulirkannya agenda pemulihan Persebaya bersama juga Persema dan Persibo. Tapi, mayoritas peserta kongres justru menghendaki lain. Dari hasil voting, 10 voters setuju, 84 tidak setuju, dan lima abstain.



"Menyikapi gerakan peduli Bonek terhadap Penetapan Pencabutan Sanksi yang gagal, kami sudah upayakan untuk mengakomodir. Kami minta maaf kepada Bonek, termasuk pencabutan sanksi untuk Persema dan Persibo Bojonegoro yang tidak disetujui dalam kongres. Meski Asprov Jatim telah memberikan suara setuju," papar Bambang seperti diberitakan Radar Surabaya (Jawa Pos Group).



Seperti diketahui, pembatalan agenda pemulihan status Persebaya pada Kongres PSSI memang menyebabkan Bonek geram dan kecewa. 



Mereka menganggap, Persebaya seolah diberikan harapan palsu untuk menjadi salah satu voter maupun pemulihan eksistensi mereka di PSSI.



"Nama Persebaya ada. Bahkan tadi diabsen oleh Sekjen. Saya sudah angkat tangan tapi tak digubris. Malah kursi Persebaya justru diduduki orang lain," kata Manajer Persebaya Choesnoel Farid.



Hal yang paling disesalkan Farid bukan soal tempat duduk atau voter. Tidak dibahasnya status Persebaya di dalam kongres itulah yang sangat menyesakan baginya. 



Padahal, baik dari pemerintah maupun PSSI sendiri, sempat menjanjikan untuk menuntaskan kasus Tim Bajul Ijo di forum tertinggi sepak bola nasional itu. "Ini pasti ada konspirasi terstruktur. Tidak mungkin ini terjadi kalau tidak ada konspirasi," tutup Farid. (psy/rak/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore