Kim Do-hyun pemain asing Persela Lamongan asal Korea Selatan.
JawaPos.com - Meski sudah berkarier di kawasan Eropa Timur sejak 2017 lalu, Kim Do-hyun mengaku sulit beradaptasi dengan udara dingin di sana. Dia sangat tidak menikmati momen ketika musim dingin atau bersalju. Sangat menyiksa.
Karena itu, ketika ditawari bergabung Persela Lamongan, pemain asal Korea Selatan itu senang. Dia sudah membayangkan udara yang nyaman akan didapatinya. Hangat. ’’Yang saya rindukan di Eropa adalah ketika bekerja dan berlibur di pinggir sungai bersama istri saya. Tidak dengan udara dinginnya,’’ tuturnya, lalu tertawa.
Tapi, bayangan negara tropis yang hangat seketika sedikit mengecewakannya. Dia tidak menyangka cuaca Lamongan begitu panas. ’’Kadang ketika saya keluar pukul 12 siang, saya tidak kuat, sangat panas,’’ ungkapnya.
Meski mengaku mulai bisa beradaptasi, Kim menegaskan masih bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan udara panas. Bahkan, dia baru saja sembuh dari sakit diare yang cukup parah. ’’Untungnya rekan setim, pelatih, ofisial, manajer, semua memberi semangat. Saya nyaman di sini,’’ imbuhnya.
Kim menyatakan sangat bersyukur punya pelatih seperti Djadjang Nurdjaman yang sangat memahami kesulitan yang dihadapinya. Djanur –sapaannya– mengerti bahwa pemain asingnya masih beradaptasi dengan cuaca panas di Lamongan.
’’Ya, untungnya waktu latihan sore hari ketika sudah tidak terlalu panas. Jadi, saya bisa menikmatinya,’’ bebernya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
