
Photo
JawaPos.com – PT LIB (Liga Indonesia Baru) memiliki banyak pekerjaan rumah setelah mendapat mandat dari PSSI terkait kompetisi yang direncanakan bergulir pada awal 2021.
Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita menuturkan, langkah awal yang dilakukan pihaknya adalah menggelar rapat internal.
”Kami di internal LIB saja belum rapat. Kemungkinan minggu depan karena kan surat dari PSSI baru turun. Kami lagi libur, jadi dalam waktu dekat rapat dulu di internal,” paparnya kepada Jawa Pos kemarin.
Dia mengungkapkan, setelah rapat internal, baru diadakan diskusi dengan klub Liga 1 maupun Liga 2 untuk membahas kompetisi. ”Kami ingin dapat masukan juga dari setiap klub apa saja kira-kira yang terbaik. Karena klub punya pertimbangan masing-masing kan,” ujarnya.
LIB menyadari, dalam kondisi saat ini, klub jadi pihak yang paling terdampak. Karena itu, penting bagi operator kompetisi untuk mendengar banyak masukan dari klub. Di samping juga terus berkoordinasi dengan para stakeholder lain seperti pemerintah, kepolisian, hingga Satgas Covid-19.
Agenda utama dalam pertemuan nanti adalah membahas nasib kompetisi musim ini, apakah dilanjutkan dengan nama liga musim 2020 atau menggunakan nama musim 2021. Setelah itu, mengenai format. Apakah seperti biasanya dengan kompetisi penuh atau membagi dalam dua grup.
Selain itu, salah satu yang cukup penting adalah pembahasan kontrak pemain. ”Mereka (klub) punya kontrak dengan pemain dan sponsor juga ya. Jadi nanti dibicarakan bagaimananya,” beber Hadian Lukita.
Di sisi lain, kembali ditundanya kompetisi sangat disayangkan Muba Babel United. Sang pelatih Bambang Nurdiansyah menuturkan, seharusnya kompetisi di Indonesia bisa berjalan. Sebab, liga-liga di dunia sudah bisa diselenggarakan. Selain itu, di negara tetangga seperti Thailand hingga Malaysia, kompetisi bisa bergulir.
Juru taktik yang akrab disapa Banur tersebut pantas kecewa. Sebab, saat ini skuadnya terbilang diisi nama-nama mentereng untuk mewujudkan target lolos ke Liga 1. Sebut saja Titus Bonai. ”Secara teknis, kami latihan selama ini jadi sia-sia,” katanya.
Namun, di sisi lain, ada sisi positif dari kepastian tersebut. Artinya, sudah ada jadwal. ”Tidak terkatung-katung seperti sebelum-sebelumnya. Kan kasihan klub dan pemain,” ucapnya.
Disinggung masukan untuk LIB, mantan pelatih Persija Jakarta itu memercayakan seluruhnya pada operator. ”Saya pikir liga sudah tahu apa saja yang akan dibuat,” tuturnya. Banur hanya menekankan pada protokol kesehatan. Jika pada Februari Covid-19 belum landai, kompetisi harus dipersiapkan lebih baik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
