Uston Nawawi membawa dampak positif bagi Persebaya selama bulan Agustus, yaitu meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Persebaya kembali menjadi tim yang diperhitungkan dalam persaingan juara Liga 1 selama bulan Agustus. Namun untuk kembali ke jalur positif, Green Force harus melalui berbagai dinamika.
Memasuki awal Agustus, Persebaya harus menelan kekalahan atas tim tamu Persikabo. Padahal dalam laga itu, Aji Santoso menargetkan kemenangan perdana di Stadion Gelora Bung Tomo pada musim ini.
Hasil minor tersebut membuat manajemen mengistirahatkan Aji Santoso dari jabatan pelatih kepala Persebaya. Uston Nawawi yang merupakan asisten Aji ditunjuk sebagai pelatih caretaker.
Pergantian pelatih tersebut langsung berdampak positif bagi Persebaya. Meskipun harus bertandang ke stadion Patriot Candrabhaga menghadapi Bhayangkara FC, namun tim kebanggaan Surabaya ini sukses comeback menang 2-1.
Hasil itu sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan Persebaya setelah melewati enam laga tanpa raihan tiga poin.
Laga berikutnya sangat menguntungkan Uston Nawawi karena timnya menjalani dua laga di kandang, yaitu menghadapi Persita dan PSM Makassar.
Hasilnya, pelatih yang dulu berposisi sebagai gelandang tersebut sukses membawa Green Force meraih kemenangan perdana di kandang saat mengalahkan Persita 1-0.
Trend positif kembali dilanjutkan Bruno Moreira CS setelah mengalahkan PSM Makassar 1-0 lewat gol Song Ui-young. Persebaya perlahan-lahan keluar dari papan bawah klasemen sementara dan mulai menapaki posisi sepuluh besar.
Sayangnya, Agustus ditutup Persebaya dengan hasil yang kurang positif meskipun bukan sebuah kekalahan. Bertandang ke Stadion Maguwoharjo kandang dari PSS Sleman, tim kebanggaan Surabaya ini hanya bermain imbang 0-0.
Uston Nawawi bersyukur bisa meraih satu poin dari Sleman. Apalagi timnya mendapat serangan bertubi-tubi dari tuan rumah.
”Mencuri poin di kandang lawan tentu bukan hal mudah, saya yakin satu poin ini sudah maksimal. Perjuangan rekan-rekan sangat luar biasa,” kata Uston saat konferensi press pasca laga menghadapi PSS Sleman.
Namun yang patut dibanggakan adalah Persebaya sukses mencetak hattrick clean sheet setelah sebelumnya meraih hattrick kemenangan.
Selain itu, sejak ditangani Uston Nawawi, tim yang berdiri tahun 1927 ini menjadi salah satu tim yang memiliki pertahanan tangguh, yaitu hanya kebobolan satu gol dalam empat laga terakhir.
Kini, pelatih asal Sidoarjo tersebut sementara ini belum ada kepastian apakah ia akan dipermanenkan sebagai pelatih Persebaya atau diganti dengan pelatih baru.
Yang pasti, memasuki bulan September, Uston masih akan menangani Green Force saat menjamu Borneo FC di stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (3/9) mendatang.