
Para penggawa Timnas Indonesia menjalani latihan.
JawaPos.com - Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal mengaku, anak asuhnya belum menampilkan permainan terbaik selama melakoni laga uji coba, termasuk saat imbang 0-0 melawan Myanmar, Jumat (4/11).
Pernyataan itu menjadi salah satu apologi yang dilontarkan setelah penampilan timnas, terutama lini depan, kedodoran saat menjalani pertandingan uji coba melawan timnas Myanmar di Yangon, dua hari lalu.
Stamina Boaz Solossa dan kawan-kawan terlihat tidak seprima ketka menjalani dua pertandingan uji coba internasional sebelumnya melawan Malaysia dan Vietnam di Solo serta Sleman.
Dengan performa yang sedang menurun seperti itu, tentu menjadi alarm bahaya bagi Skuad Garuda. Apalagi, jadwal Piala AFF 2016 tinggal menghitung hari, yaitu 19 November nanti.
Dalam turnamen sepak bola tertinggi di Asia Tenggara itu, Indonesia berada di grup A bersama Thailand, Singapura dan Filipina.
Meski begitu, asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal membantah bahwa fisik pemain timnas belum siap untuk bersaing dengan negara lain.
Pria asal Austria itu menyebutkan bahwa, ada banyak pertimbangan yang membuat mereka tidak begitu ngotot untuk mengeluarkan seluruh performa terbaik mereka.
“Karena tujuan utama kami bukan di pertandingan uji coba seperti kemarin, sehingga kami harus mengeluarkan semua kemampuan terbaik. Sebab, kalau semua strategi sudah dikeluarkan, maka sangat mudah bagi tim lawan untuk membaca strategi kami,” jelas Pikal.
“Buat apa bermain bagus di laga ujicoba tapi tidak bisa berbuat banyak saat di pertandingan resmi,” ungkapnya.
Selain itu, Pikal menyebutkan bahwa, dalam laga melawan Myanmar yang berujung imbang tanpa gol tersebut, ada beberapa pemain yang sengaja meremehkan permainan lawan.
Kondisi tersebut membuat tempo permainan Timnas menurun di babak kedua. Konsekuensinya, tim The White Angels –julukan Timnas Myanmar—mendapat kesempatan untuk menekan.
Intinya, lanjut pria yang beristrikan orang Indonesia itu, menurunya performa pemain saat melawan Myanmar tersebut tidak berkaitan dengan VO2MAX pemain yang berada di bawah rata-rata.
Melainkan ada sejumlah variabel lain.”Salah satunya pemain mengalami kelelahan karena kami harus menempuh perjalan cukup jauh ke Yangon,” kilahanya. (ben/ira/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
