
BERI ANALISIS: Firman Utina yang kemarin bertindak sebagai komentator laga Indonesia melawan Vietnam. IG FIRMAN UTINA
JawaPos.com - PSSI terus untuk menjadikan timnas dan pemain-pemainnya bisa memiliki kesejahteraan serta mempunyai nilai-nilai komersialisasi. Setelah melahirkan Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia, induk sepak bola nasional itu kembali mengaktifkan PT Garuda Sepakbola Indonesia.
Kehadiran dua entitas itu mendapat sorotan dari mantan pemain timnas Indonesia. Di antaranya Firman Utina. Dia mengatakan, kehadiran Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia dan PT Garuda Sepakbola Indonesia akan sangat membantu pemain maupun mantan pemain Timnas. Sebab, saat ini tidak semua mantan pemain Timnas Indonesia memiliki keberuntungan dalam kehidupannya.
"Banyak mantan pemain Timnas yang kehidupan ekonominya sulit. Soalnya dahulu mereka hanya mengandalkan hidup dari bermain sepak bola," ujar Firman Utina kepada wartawan, Sabtu (24/6).
Mantan kapten Timnas itu menyadari bahwa umur untuk berkarir di sepak bola sangat pendek. Maka dari itu, para pemain bola yang saat ini aktif harus diberikan pemahaman mengenai jenjang karir setelah tidak lagi menjadi pemain bola.
Pemain sepak bola yang berumur 30 tahun sudah dianggap tua. Sehingga dengan adanya Yayasan Bakti Sepak Bola, Firman berharap pemain sepak bola yang masih produktif dapat mengerti jenjang karir mereka kelak. Selain itu, Yayasan tersebut diharapkan dapat membantu mantan pemain timnas yang yang saat ini ekonominya sulit.
Firman mengaku sering memberikan masukan kepada pemain sepak bola muda, bahwa yang saat dihargai bukan umur. Namun, prestasi yang ditorehkan dalam bermain sepak bola. Prestasi akan mencapai puncak di umur 30 tahun.
Oleh karena itu, dengan adanya Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia dan badan usaha yang mengkapitalisasi timnas ini sangat positif. Itu menunjukkan perhatian dari ketua umum PSSI Erick Thohir. "Mudah-mudahan hadirnya Yayasan ini menjadi harapan baru buat pemain sepak bola Indonesia,” ujar Firman.
Untuk diketahui, PT Garuda Sepakbola Indonesia nantinya mengelola seluruh aset bisnis PSSI secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel dilakukan untuk mendapat kepercayaan masyarakat, sponsor, serta partner-partner lain terhadap industi-industri sepak bola tanah air, terutama yang berkaitan dengan kegiatan tim nasional.
Sebanyak 95 saham PT Garuda Sepakbola Indonesia dimiliki PSSI. Sisanya 5 persen dimiliki oleh Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia. Yayasan itu menjadi entitas sosial yang memberikan perhatian kepada mantan pemain timnas.
Firman menyarankan Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia agar dapat berkoordinasi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Sebab, APPI memiliki data pemain sepak bola di Indonesia. Termasuk data mantan pemain sepak bola yang sudah memiliki kehidupan ekonomi yang cukup mapan dan yang perlu mendapatkan bantuan segera dari Yayasan.
Menurut mantan pemain Sriwijaya FC itu, memang tidak semua mantan pemain sepak bola perlu mendapatkan bantuan finansial dari Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia. Yayasan itu dinilai dapat memberikan bantuan berupa pendidikan atau sertifikasi bagi mantan pemain sepak bola yang ingin berkarir menjadi pelatih. Dengan banyaknya pelatih diharapkan semakin banyak sekolah sepak bola di Indonesia yang bisa menciptakan bibit unggul.
Untuk pemain yang masih aktif bermain. Baik di timnas maupun di klub, mereka perlu mendapat pelatihan finansial. Pelatihan itu bisa membimbingnya untuk mengatur keuangan. “Jangan sampai mereka merasa sudah memiliki sesuatu dan banyak lalu lupa kalau tak memiliki pensiun. Yayasan juga harus memberikan pemahaman kepada pemain muda bagaimana mengelola uang," tandas pria yang pernah berkarir di Kalteng Putra itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
