
TERINSPIRASI LEGENDA: Ruud Gullit Sagaf Yunus menjadi pemain andalan PSIS Semarang.
Kontestan Liga 2, terutama di grup Y, harus mewaspadai kekuatan PSPS Riau dan PSIS Semarang. Sebab, mereka kini diperkuat dua ”legenda’’ sepak bola dunia. Siapa ”legenda’’ yang dimaksud?
--------
NAMA adalah harapan. Itulah yang dilakukan Nuranta 13 Maret 2000, ketika sang istri Siti Munawaroh melahirkan bayi laki-laki di Jakarta. Nuranta langsung memberinya nama Riza Alvin Zidane. Zidane dipilih sebagai nama belakang, sekaligus nama panggilan, karena Nuranta ingin anaknya bisa mengikuti jejak legenda hidup sepak bola Prancis itu.
Agar keinginannya terkabul, Nuranta mulai mengenalkan sepak bola kepada putra keduanya tersebut sejak umur lima tahun. Setahun kemudian, Zidane dimasukkan ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Remaja Bakti. ”Ya, ayah saya sangat mengidolakan Zidane, makanya nama saya juga Zidane,” ujar Zidane yang kini menjadi bagian dari PSPS.
Zidane pun berusaha memenuhi harapan orang tuanya. Latihan keras dilakukan agar menjadi pesepak bola andal. Bahkan, dia rela tak masuk sekolah resmi seperti anak-anak seusianya. Pemain 17 tahun itu memilih homeschooling (sekolah rumah) di Anak Panah Cyberschool.
Tak terbebani dengan nama bintang besar? ”Justru saya termotivasi untuk sukses seperti idola saya da
n bapak saya,” ujarnya.
Harapan Zidane dan orang tuanya perlahan mulai terwujud. Buktinya, di usia yang masih belia, dia sudah mendapat kesempatan bermain untuk timnas Indonesia. Zidane menjadi bagian dari skuad timnas di kualifikasi AFC Championship U-14 pada 2013. Lalu, dua tahun kemudian dia memperkuat timnas U-16. Gelar individu pun pernah diraih Zidane. Yakni, Best Player of Liga Bola U-15 tahun 2016.
Meski punya bakat dan skill hebat, Zidane tetap harus berjuang untuk menembus skuad utama PSPS. Hal tersebut diungkapkan Sipendri, asisten pelatih PSPS. ”Zidane punya talenta. Tapi, di Liga 2, untuk diturunkan di kompetisi, dia harus berjuang keras. Karena power dan strength masih lemah,” ujar mantan pemain PON Riau itu.
Namun, Ujeng –sapaan akrab Sipendri– mengakui bahwa Zidane tak sulit melahap porsi latihan yang diberikan pelatih. ”Bahkan, saat uji coba, Zidane dimainkan sebagai gelandang dan memang bagus,” tambahnya.
Nah, jika PSPS punya Zidane, PSIS juga punya ”legenda’’ pada sosok Ruud Gullit. Ya, sejak bergulirnya Liga 2, pemilik nama lengkap Ruud Gullit Sagaf Yunus itu memang menyita perhatian. Sebab, dia memiliki kesamaan nama dengan legenda sepak bola Belanda Ruud Gullit.
Pemain kelahiran 9 Desember 1992 tersebut memang diberi nama mirip dengan mantan bintang AC Milan lantaran sang ayah, Sagaf Yunus, memang menggandrungi Gullit. ”Ayah memilih nama Ruud Gullit sebagai doa agar bisa sehebat dia di dunia sepak bola,” terang Gullit saat ditemui Jawa pos Radar Semarang di sela-sela latihan PSIS.
Pria 24 tahun itu juga satu-satunya di keluarga yang meniti karir sebagai pesepak bola. Bahkan, kakak laki-laki Gullit juga diberi nama ”standar” oleh sang ayah seperti Zulkifli dan Muhammad Irfan.
”Awalnya memang jadi beban karena nama saya selalu menarik perhatian orang. Namun, lama-kelamaan saya tahu nama saya merupakan doa ayah ketika saya tampil di lapangan,’’ ujar pemain asal Ternate itu.
Pemain yang identik dengan nomor punggung 37 itu mengawali karir sepak bolanya di diklat sepak bola Maluku Utara sepuluh tahun lalu. Kemudian, Ruud Gullit memulai karir profesional pada 2013. Saat itu dia memperkuat Martapura FC di Divisi 1 Liga Indonesia hingga berhasil membawa tim asal Kalimantan Selatan itu promosi ke Divisi Utama.
Prestasinya tersebut membuat dia diminati PSMS Medan untuk berlaga di kompetisi Divisi Utama 2014. Nah, tahun lalu dia resmi bergabung dengan PSIS.
”PSIS adalah tim besar. Saya bangga bermain di sini di bawah asuhan pelatih senior, coach Subangkit. Dengan doa keluarga, saya berharap bisa menampilkan yang terbaik dan membantu PSIS kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia musim depan,” sambungnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
