
Xabi Alonso mengaku belajar dari kegagalannya di Real Madrid. Kini pelatih anyar Chelsea itu siap membangun mental juara di Stamford Bridge. (Instagram @chelseafc)
JawaPos.com- Pemecatan dari Real Madrid menjadi pukulan terbesar dalam karier kepelatihan Xabi Alonso. Namun, mantan gelandang Spanyol itu mengaku sudah bangkit dan siap membangun Chelsea dengan budaya juara.
Xabi Alonso akhirnya buka suara mengenai pemecatannya dari Real Madrid. Pelatih baru Chelsea itu mengakui pengalaman tersebut meninggalkan luka. Namun, luka itu kini sudah sembuh dan justru membuatnya menjadi pelatih yang lebih matang.
Alonso hanya bertahan selama 233 hari sebagai pelatih Real Madrid setelah ditunjuk pada Mei 2025. Meski mencatat persentase kemenangan lebih dari 70 persen dan hanya kalah enam kali, standar tinggi yang diterapkan Los Blancos membuat kariernya di Santiago Bernabeu berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, pria berusia 44 tahun itu memilih menjadikan kegagalan tersebut sebagai proses pembelajaran.
"Untungnya tidak banyak luka dalam karier saya. Memang ada satu luka, tetapi itu sudah sembuh. Sekarang saya sangat termotivasi menikmati langkah baru ini seperti saat pertama kali melatih Real Madrid," ujar Alonso dalam wawancara dengan The Athletic.
Selama tidak melatih, mantan gelandang Liverpool, Real Madrid, Bayern Munchen, dan tim nasional Spanyol itu lebih banyak memulihkan energi serta mengevaluasi diri. Dia mengaku sengaja tidak terlalu banyak mengikuti pertandingan sepak bola agar pikirannya benar-benar segar saat kembali bekerja.
"Saya sangat kritis terhadap diri sendiri. Saya memikirkan apa yang bisa dilakukan lebih baik karena hasilnya memang tidak sesuai harapan," katanya.
Baca Juga:Prediksi Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Jangan Terpancing Permainan Keras Tamu
Menurut Alonso, pengalaman pahit di Madrid justru mempercepat proses belajarnya sebagai pelatih.
"Tentu saja saya menjadi pelatih yang lebih baik. Dari kekecewaan kita belajar dan berharap hasil berikutnya akan lebih baik," ucapnya.
Kini, fokus Alonso sepenuhnya tertuju pada Chelsea. Dia melihat The Blues masih memiliki potensi besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris meski musim lalu gagal memenuhi ekspektasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
