Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 20.00 WIB

Usai Dipecat Real Madrid, Xabi Alonso: Luka Itu Sudah Sembuh, Kini Fokus Bangun Chelsea

Xabi Alonso mengaku belajar dari kegagalannya di Real Madrid. Kini pelatih anyar Chelsea itu siap membangun mental juara di Stamford Bridge. (Instagram @chelseafc) - Image

Xabi Alonso mengaku belajar dari kegagalannya di Real Madrid. Kini pelatih anyar Chelsea itu siap membangun mental juara di Stamford Bridge. (Instagram @chelseafc)

JawaPos.com- Pemecatan dari Real Madrid menjadi pukulan terbesar dalam karier kepelatihan Xabi Alonso. Namun, mantan gelandang Spanyol itu mengaku sudah bangkit dan siap membangun Chelsea dengan budaya juara. 

Xabi Alonso akhirnya buka suara mengenai pemecatannya dari Real Madrid. Pelatih baru Chelsea itu mengakui pengalaman tersebut meninggalkan luka. Namun, luka itu kini sudah sembuh dan justru membuatnya menjadi pelatih yang lebih matang.

Alonso hanya bertahan selama 233 hari sebagai pelatih Real Madrid setelah ditunjuk pada Mei 2025. Meski mencatat persentase kemenangan lebih dari 70 persen dan hanya kalah enam kali, standar tinggi yang diterapkan Los Blancos membuat kariernya di Santiago Bernabeu berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. 

Alih-alih larut dalam kekecewaan, pria berusia 44 tahun itu memilih menjadikan kegagalan tersebut sebagai proses pembelajaran.

"Untungnya tidak banyak luka dalam karier saya. Memang ada satu luka, tetapi itu sudah sembuh. Sekarang saya sangat termotivasi menikmati langkah baru ini seperti saat pertama kali melatih Real Madrid," ujar Alonso dalam wawancara dengan The Athletic. 

Selama tidak melatih, mantan gelandang Liverpool, Real Madrid, Bayern Munchen, dan tim nasional Spanyol itu lebih banyak memulihkan energi serta mengevaluasi diri. Dia mengaku sengaja tidak terlalu banyak mengikuti pertandingan sepak bola agar pikirannya benar-benar segar saat kembali bekerja.

"Saya sangat kritis terhadap diri sendiri. Saya memikirkan apa yang bisa dilakukan lebih baik karena hasilnya memang tidak sesuai harapan," katanya.

Menurut Alonso, pengalaman pahit di Madrid justru mempercepat proses belajarnya sebagai pelatih.

"Tentu saja saya menjadi pelatih yang lebih baik. Dari kekecewaan kita belajar dan berharap hasil berikutnya akan lebih baik," ucapnya. 

Kini, fokus Alonso sepenuhnya tertuju pada Chelsea. Dia melihat The Blues masih memiliki potensi besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris meski musim lalu gagal memenuhi ekspektasi.

Editor: Hendra
Sumber: The New York Times, The Athletic
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore