Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Agustus 2026 | 06.35 WIB

UEFA Sambut FIFA Batalkan Privatisasi Piala Dunia, Gianni Infantino Tetap Dikritik Tajam

UEFA menyambut keputusan FIFA membatalkan privatisasi bisnis Piala Dunia. Namun, Gianni Infantino tetap dikritik soal transparansi tata kelola. (Flashscore) - Image

UEFA menyambut keputusan FIFA membatalkan privatisasi bisnis Piala Dunia. Namun, Gianni Infantino tetap dikritik soal transparansi tata kelola. (Flashscore)

JawaPos.com - Keputusan FIFA membatalkan rencana privatisasi sebagian bisnis komersial Piala Dunia disambut positif oleh UEFA. Namun, organisasi sepak bola Eropa itu menegaskan persoalan belum selesai karena Gianni Infantino tetap mendapat sorotan terkait transparansi tata kelola FIFA.

Bagi UEFA, batalnya rencana tersebut merupakan kemenangan bagi dunia sepak bola. Meski demikian, mereka menilai FIFA masih harus bekerja keras memulihkan kepercayaan para anggotanya setelah usulan privatisasi memicu penolakan dari berbagai pihak.

Sebelumnya, FIFA berencana menjual 20 persen saham FIFA Forward Enterprise (FFE), anak perusahaan baru yang dibentuk untuk mengelola hak komersial berbagai turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia.

Rencana tersebut memicu kritik karena dinilai membuka peluang masuknya kepentingan swasta terhadap salah satu aset paling bernilai dalam sepak bola dunia.

Di tengah derasnya penolakan, FIFA akhirnya menarik kembali rencana tersebut. Keputusan itu langsung disambut UEFA melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (1/8/2026).

UEFA menegaskan bahwa sepak bola harus tetap menjadi milik komunitas olahraga, bukan menjadi komoditas yang diperjualbelikan kepada investor.

Organisasi yang dipimpin Aleksander Ceferin itu juga mengapresiasi federasi anggota, liga, klub, pemain, suporter, hingga sejumlah pemimpin negara yang ikut menyuarakan penolakan terhadap rencana tersebut.

Menurut UEFA, mundurnya FIFA membuktikan bahwa suara komunitas sepak bola masih mampu memengaruhi arah kebijakan organisasi tertinggi sepak bola dunia.

Meski demikian, UEFA menilai pembatalan privatisasi bukan akhir dari persoalan. Mereka mengkritik proses penyusunan usulan tersebut yang dinilai dilakukan secara tertutup dan terburu-buru.

Menurut UEFA, keputusan sebesar itu seharusnya dibahas secara terbuka bersama seluruh pemangku kepentingan sepak bola, bukan disusun di balik layar.

Editor: Hendra
Sumber: The Sun
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore