
Jamie Vardy ungkap pengalaman latihan berat di Serie A bersama Cremonese. (Istimewa)
JawaPos.com - Jamie Vardy kembali jadi sorotan setelah membagikan pengalaman saat menjalani karir singkat di Italia bersama Cremonese. Dalam podcast miliknya yang berjudul Jamie Vardy’s Having A Party, eks striker Leicester City itu berbicara jujur soal perbedaan besar antara sepak bola Inggris dan Italia, khususnya dalam metode latihan.
Menurut Vardy, salah satu hal yang paling ia rasakan adalah intensitas latihan di Italia yang dianggap terlalu berlebihan. Sesi latihan di klubnya saat itu cenderung didominasi aktivitas fisik yang berat dan berulang, terutama lari tanpa banyak variasi taktik.
“Latihan di sana terasa sangat padat. Kamu banyak lari, terus lari lagi. Sampai akhirnya energi benar-benar habis ketika masuk pertandingan,” ungkap Vardy dalam podcast.
Pemain yang dikenal dengan gaya bermain cepat dan agresif itu juga menyoroti perbedaan ritme permainan antara sepak bola Italia dan Inggris. Serie A cenderung lebih lambat dan defensif, berbeda dengan Premier League yang menurutnya lebih dinamis dan intens sejak awal laga.
Vardy juga menceritakan salah satu pengalaman menarik sebelum pertandingan melawan Bologna. Saat itu, tim sempat menjalani pola pemulihan seperti yang biasa dia alami di Inggris, yakni istirahat sehari penuh setelah laga sebelumnya. Hasilnya cukup positif, karena tim tampil lebih segar dan berhasil menang 3-1.
Namun, dia merasa metode tersebut tidak konsisten diterapkan. Staf pelatih tetap mempertahankan pola latihan berat dengan alasan setiap pertandingan dianggap sangat penting.
“Di sana setiap laga dianggap final, jadi latihan tetap keras. Tapi menurut saya, semua pertandingan memang penting,” ujar Jamie Vardy.
Pernyataan Vardy ini memunculkan kembali diskusi lama soal perbedaan pendekatan pelatihan antara liga-liga top Eropa. Ada yang menilai metode Italia lebih fokus pada disiplin fisik, sementara Inggris lebih menekankan tempo dan intensitas pertandingan.
Meski hanya sebentar bermain di Italia, cerita Vardy memberi gambaran menarik tentang bagaimana seorang pemain bisa merasakan perbedaan budaya sepak bola yang cukup kontras dalam waktu singkat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022