
Presiden Barcelona Joan Laporta ajukan pengaduan kedua ke UEFA setelah protes pertama ditolak. (ig @jlaportaoficial)
JawaPos.com–Barcelona belum selesai dengan drama Liga Champions musim ini. Setelah tersingkir secara menyakitkan dari tangan Atletico Madrid, Presiden Barcelona Joan Laporta memastikan bahwa perjuangan mereka akan berlanjut dan kali ini terjadi di luar lapangan.
Melansir Football Espana, Joan Laporta menegaskan bahwa Barcelona akan mengajukan pengaduan resmi kedua kepada UEFA, menyusul keputusan-keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Sebelumnya, pengaduan pertama sudah dilayangkan, namun langsung ditolak oleh badan sepak bola Eropa tersebut.
Masalah utama datang dari leg pertama, ketika Barcelona merasa seharusnya mendapat penalti akibat handball Marc Pubill. Namun, protes tersebut tidak digubris.
”Mengajukan pengaduan tidak diperbolehkan, dan tanggapannya adalah bahwa itu tidak diperbolehkan. Yang dilakukan Barca adalah meminta penjelasan mengapa pengaduan tersebut tidak diperbolehkan. Yuste memberi tahu saya bahwa mereka akan mengajukan pengaduan lain. Ini memalukan, tidak dapat ditoleransi,” tandas Joan Laporta.
Kekecewaan Laporta terasa makin dalam karena bukan hanya keputusan di satu momen. Tapi rangkaian insiden yang menurutnya konsisten merugikan Barcelona, baik di leg pertama maupun kedua.
”Keputusan wasit kemarin, baik di lapangan maupun melalui VAR, sangat memalukan. Apa yang mereka lakukan kepada kami tidak dapat ditoleransi; di leg pertama, mereka tidak memberikan penalti yang jelas kepada kami dan mengusir salah satu pemain kami karena pelanggaran kartu kuning,” ujar Joan Laporta.
Dia juga mengkritik beberapa keputusan krusial di leg kedua yang dinilai mengubah arah pertandingan.
”Keputusan wasit sangat merugikan kami. Eric bukanlah pemain terakhir karena Kounde bisa saja sampai di sana. Wasit menunjukkan kartu kuning, yang merupakan hal yang benar untuk dilakukan, dan wasit VAR membuatnya mengubah keputusannya,” tutur Joan Laporta.
”Gol Ferran adalah gol. Penalti terhadap Olmo adalah penalti. Pelanggaran terhadap Fermin tidak dapat ditoleransi. Wajah Fermin terluka parah. Bahkan tidak ada kartu…” imbuh dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022