Roberto De Zerbi menanggapi rumor yang mengaitkan dirinya dengan tugas di Tottenham Hotspur. (Nick Potts/PA)
JawaPos.com - Dalam hitungan jam, Tottenham Hotspur disebut semakin dekat untuk mengumumkan Roberto De Zerbi sebagai manajer baru mereka. Sejumlah pengamat transfer melaporkan bahwa Spurs sudah berada di tahap akhir negosiasi dengan mantan pelatih Brighton tersebut.
Sebelumnya, De Zerbi sempat dianggap tidak lagi masuk dalam daftar incaran Tottenham. Ada anggapan bahwa ia hanya ingin mengambil pekerjaan baru pada akhir musim 2025/26 dan hanya tertarik menangani Spurs jika klub London Utara itu mampu bertahan di kasta tertinggi.
Namun, situasinya kini berubah. Tottenham diyakini menawarkan paket gaji yang sangat besar kepada pelatih asal Italia tersebut hingga akhirnya membuatnya berubah pikiran.
Meski begitu, kabar ini justru memunculkan kekhawatiran di kalangan fans Spurs. Banyak yang bertanya-tanya mengapa De Zerbi tiba-tiba mau mengambil risiko menangani tim yang masih berada dalam ancaman degradasi.
Jawabannya tampaknya cukup sederhana: ada kemungkinan besar dirinya memiliki jalan keluar jika situasi memburuk.
Melansir Hotspur HQ, disebutkan bahwa De Zerbi akan memiliki klausul khusus dalam kontraknya yang memungkinkannya meninggalkan Tottenham apabila klub tersebut terdegradasi ke Championship.
Analis ESPN, Julien Laurens, membahas isu ini dalam acara Monday Night Club milik BBC Sport. Ia mengungkapkan bahwa klausul tersebut memang sudah diperkirakan akan dimasukkan ke dalam kontrak De Zerbi.
Laurens berkata, "Dia bukan manajer Championship. Saya yakin, dan saya sudah diberitahu sebelumnya, bahwa akan ada klausul yang memungkinkannya untuk pergi. Tentu saja ada klausul pemutusan kontrak jika mereka terdegradasi dari sudut pandang klub, tetapi dia tidak akan bertahan di Championship jika mereka terdegradasi."
Pernyataan tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Namun, hal itu semakin memperkuat kekhawatiran para pendukung Tottenham yang sejak awal sudah ragu terhadap profil De Zerbi.
Pelatih berusia 46 tahun itu memang dikenal memiliki riwayat singkat di beberapa klub sebelumnya. Beberapa masa jabatannya bahkan tidak bertahan sampai dua tahun. Karena itu, ada anggapan bahwa De Zerbi adalah sosok "pemain bayaran" yang mungkin tidak benar-benar cocok dengan budaya klub Tottenham.
Apalagi, sebagian besar fans Spurs masih berharap klub kembali memulangkan Mauricio Pochettino. Sosok asal Argentina itu masih dikenang sebagai pelatih yang membawa Tottenham bersaing di papan atas Liga Premier hingga mencapai final Liga Champions.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
