Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Maret 2026, 04.04 WIB

Cerita Wesley Sneijder: Cara Unik Jose Mourinho Hukum Balotelli di Final Liga Champions 2010

Jose Mourinho. (Dok. Instagram/@josemourinho) - Image

Jose Mourinho. (Dok. Instagram/@josemourinho)

JawaPos.com–Hubungan antara Jose Mourinho dan Mario Balotelli memang sudah lama dikenal unik. Di balik kesuksesan besar Inter Milan musim 2009/10, tersimpan banyak cerita yang kini terasa seperti folklore di dunia sepak bola.

Salah satu kisah paling menarik datang dari mantan gelandang Inter Milan Wesley Sneijder. Dia mengungkap bagaimana Jose Mourinho menghukum Mario Balotelli dengan cara yang tak biasa, tepat di momen paling penting final Liga Champions 2010.

Wesley Sneijder menceritakan, insiden itu terjadi menjelang akhir musim. Saat itu Inter Milan hanya tinggal beberapa minggu lagi sebelum mengunci treble bersejarah. Namun, Balotelli justru membuat keputusan yang mengejutkan.

Dalam sesi latihan, striker muda tersebut meninggalkan lapangan dengan emosi. Sneijder bahkan sempat mengejarnya dan mencoba menenangkan.

Dia mengingat bagaimana dirinya berkata agar Balotelli bertahan sedikit lagi karena trofi besar sudah di depan mata. Namun, Balotelli tetap pergi.

Ketika Mourinho mengetahui hal itu, reaksinya dingin tapi penuh makna. Dia disebut langsung mengatakan bahwa Balotelli akan menghadapi masalah besar karena Inter akan memenangkan tiga trofi, dan dia sudah menyiapkan hukuman khusus.

Rencana Mourinho ternyata cukup ekstrem sekaligus jenaka. Dia berniat membuat Balotelli melakukan pemanasan hampir sepanjang babak kedua di final Liga Champions. Namun, ketika momen pergantian pemain datang, dia tidak akan memasukkannya ke lapangan, Rencana itu benar-benar terjadi.

Pada final melawan Bayern Munich, Inter unggul dan mengontrol pertandingan. Balotelli terlihat bersiap di pinggir lapangan, berharap mendapatkan kesempatan bermain.

Namun, saat menit akhir tiba, Mourinho justru memasukkan Marco Materazzi. Momen tersebut terjadi saat Diego Milito ditarik keluar di menit 90+2. Inter akhirnya menang 2-0 dan memastikan gelar Liga Champions, melengkapi treble bersejarah mereka.

Kisah ini kemudian menjadi salah satu cerita paling ikonik dalam karir Mourinho. Di satu sisi, dia menunjukkan ketegasan seorang pelatih. Di sisi lain, ada sentuhan mind game khas Mourinho yang membuat cerita ini terus dikenang hingga sekarang.

Bagi banyak penggemar, momen tersebut bukan sekadar taktik, melainkan gambaran hubungan kompleks antara pelatih jenius dan pemain berbakat yang sulit ditebak.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore