
Bek AC Milan Strahinja Pavlovic. (Dok. Strahinja Pavlovic)
JawaPos.com - Strahinja Pavlovic menilai AC Milan banyak melakukan kesalahan umpan yang menjadi penyebab mereka kalah dari Lazio di Liga Italia pekan ke-29. Laga yang berakhir dengan skor 0-1 tersebut dimainkan di Stadio Olimpico, Senin (16/5).
Kesalahan tersebut berhasil dimanfaatkan Lazio untuk bisa unggul di babak pertama lewat gol semata wayang Gustav Isaksen pada menit ke-26. Strahinja Pavlovic menginginkan agar AC Milan bermain lebih tenang dan lebih banyak menciptakan peluang.
"Kami melakukan banyak kesalahan, banyak umpan buruk. Lazio memanfaatkan itu. Seharusnya kami lebih tenang saat menguasai bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Tapi itulah sepak bola, dan Lazio jelas merupakan tim yang lebih baik malam ini," ucap Strahinja Pavlovic setelah pertandingan kepada DAZN yang dikutip dari laman Sempre Milan, Senin (16/5).
Bek timnas Serbia tersebut merasa kecewa AC Milan tidak bisa memangkas jarak dengan Inter Milan menjadi lima poin. Hal itu membuat Rossoneri tidak bisa memberikan tekanan pada Inter Milan di posisi puncak klasemen sementara.
"Kami bisa saja memberikan tekanan dengan memenangkan pertandingan ini, tetapi bahkan sebelum itu, kami memiliki banyak peluang untuk mendekati posisi pertama. Saya sedih kami tidak menang malam ini dan tidak memberikan tekanan pada Inter," ujar Pavlovic.
Ekspresi kemarahan Rafael Leao karena digantikan pada menit ke-67 juga menjadi sorotan. Bagi Pavlovic, hal tersebut sangatlah wajar karena skuad AC Milan ingin memberikan yang terbaik.
Baca Juga:Kerja Keras Buahkan Hasil, Pervis Estupinan Jadi Pahlawan Kemenangan AC Milan Lawan Inter Milan
"Sejujurnya, saya belum melihatnya dari lapangan. Tapi, itu normal dalam sepak bola, ada banyak tekanan dan banyak emosi. Semua orang ingin melakukan yang terbaik untuk membantu," pungkas bek berusia 24 tahun itu.
AC Milan kini memiliki jarak delapan poin dari Inter Milan. Namun, mereka juga terancam dengan 59 poin milik Napoli di posisi ketiga. Untuk itu, laga melawan Torino 22 Maret nanti harus dimenangkan tim asuhan Massimiliano Allegri.
