
Antonin Kinsky. (Istimewa)
JawaPos.com - Penampilan Antonin Kinsky saat Tottenham bertandang ke markas Atletico Madrid di Liga Champions menjadi salah satu cerita paling menyita perhatian pekan ini. Kiper muda tersebut mengalami malam yang sangat sulit sebelum akhirnya ditarik keluar hanya beberapa menit setelah pertandingan dimulai.
Namun, di tengah kritik yang datang dari berbagai pihak, Kinsky mendapat dukungan dari salah satu kiper terbaik dunia, Thibaut Courtois.
Kiper Real Madrid itu mengungkapkan bahwa ia langsung menghubungi Kinsky melalui pesan pribadi setelah pertandingan, mencoba memberikan dukungan moral kepada kiper muda tersebut.
Dalam laga tersebut, Kinsky dipercaya tampil sebagai starter menggantikan Guglielmo Vicario pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Spanyol. Namun, pertandingan berjalan buruk sejak awal.
Kesalahan umpan darinya membantu Atletico membuka keunggulan dalam lima menit pertama. Situasi semakin memburuk ketika kesalahan di lini pertahanan membuat skor menjadi 2-0 tidak lama kemudian.
Momen paling sulit datang ketika Kinsky mencoba mengirim umpan jauh, tetapi bola justru meleset dan jatuh ke kaki Julian Alvarez yang dengan mudah mencetak gol ke gawang kosong.
Situasi itu membuat pelatih Tottenham Igor Tudor mengambil keputusan drastis. Ia menarik Kinsky keluar hanya beberapa menit setelah pertandingan berjalan dan memasukkan Vicario sebagai penggantinya.
Kiper asal Ceko itu terlihat sangat terpukul dan langsung berjalan menuju terowongan stadion setelah pergantian pemain tersebut.
Melansir Football London, Thibaut Courtois memahami betul tekanan yang dirasakan seorang kiper setelah melakukan kesalahan di pertandingan besar. Karena itu, ia memutuskan untuk mengirim pesan kepada Kinsky setelah pertandingan.
"Saya mengiriminya pesan di Instagram karena ini sulit. Pada akhirnya, hal itu tidak terlalu sering terjadi pada saya seperti halnya pada dia, tetapi setelah pertandingan Ajax di kandang sendiri, saya juga menerima banyak kritik."
Courtois menambahkan bahwa situasi seperti itu bisa sangat berat secara mental bagi seorang penjaga gawang.
"Secara mental, ini sulit untuk terus maju, Anda membutuhkan dukungan dari tim Anda, untuk merasa nyaman kembali dalam latihan dan bermain dengan baik."
