
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (ig @mr.pepguardiola)
JawaPos.com–Manchester City tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan telak dari Real Madrid di Liga Champions. Pep Guardiola langsung mengalihkan fokus timnya ke Premier League, dengan satu pesan tegas, kemenangan melawan West Ham adalah harga mati.
Manchester City akan bertandang ke London untuk menghadapi West Ham United dalam laga yang digelar Sabtu malam. Pertandingan ini datang di momen penting bagi kedua tim. West Ham sedang berjuang keluar dari zona degradasi, sementara Manchester City harus terus menekan Arsenal di puncak klasemen jika masih ingin menjaga harapan mempertahankan gelar.
Melansir Four Four Two, Pep Guardiola tidak menutup-nutupi situasi tersebut. Kehilangan poin dalam laga ini bisa langsung mengakhiri peluang Manchester City dalam perburuan gelar musim ini.
Baca Juga:Real Madrid Ungkap Status Cedera Kylian Mbappe, Bisa Kembali Saat Leg Kedua Lawan Manchester City?
”Kami masih di sini, dan kami tahu bahwa jika kami kehilangan poin, semuanya akan berakhir,” ujar Pep Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa fase akhir musim selalu menjadi periode paling menentukan. Setiap tim memiliki kepentingan masing-masing, sehingga tidak ada pertandingan yang benar-benar mudah.
”Saya selalu mengatakan bahwa ketika kita sampai di 10 pertandingan terakhir, setiap tim bermain untuk sesuatu untuk menghindari degradasi, untuk Liga Europa, untuk Liga Konferensi, untuk Liga Champions, untuk menjadi juara,” terang Pep Guardiola.
Baca Juga:Dianggap Meremehkan Real Madrid, Pep Guardiola Bela Pemilihan Starting Line-Up Manchester City
Dengan kondisi seperti itu, Pep Guardiola menilai timnya tidak memiliki ruang untuk melakukan kesalahan lagi. ”Itu hal biasa, di setiap pertandingan. Sekarang tidak ada kesempatan kedua,” imbuh dia.
Tekanan terhadap City memang semakin besar setelah mereka kehilangan poin awal bulan ini ketika ditahan imbang 2-2 oleh Nottingham Forest di Etihad Stadium. Sementara itu, Arsenal saat ini unggul tujuh poin di puncak klasemen meski telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Selisih tersebut membuat setiap laga tersisa menjadi sangat krusial bagi City.
Secara historis, situasi ini memang tidak mudah. Belum pernah ada juara Premier League yang tertinggal lebih dari tiga poin dari pemimpin klasemen pada tahap musim seperti sekarang.
Meski begitu, Manchester City sendiri pernah melakukan comeback serupa di era Guardiola. Mereka pernah mengejar defisit tiga poin dalam dua musim berbeda untuk akhirnya keluar sebagai juara.
Masih ada sedikit harapan bagi City. Bahkan jika jarak tujuh poin tetap bertahan akhir pekan ini, mereka masih akan menghadapi Arsenal secara langsung di liga dengan lima pertandingan tersisa.
Namun untuk menjaga peluang tersebut tetap hidup, Guardiola tahu satu hal pasti timnya tidak boleh terpeleset lagi. Dan semuanya dimulai dari laga melawan West Ham.
