Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 03.23 WIB

Proses Penjualan Klub Berlanjut, Sheffield Wednesday Terancam Start Liga dengan Minus Poin

Ilustrasi krisis klub Sheffield Wednesday. (Istimewa) - Image

Ilustrasi krisis klub Sheffield Wednesday. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Krisis yang melanda Sheffield Wednesday masih jauh dari kata selesai. Klub yang bermarkas di Hillsborough itu kini menghadapi kemungkinan memulai musim depan di EFL League One dengan pengurangan hingga 15 poin, jika proses penjualan klub kepada investor baru benar-benar rampung.

Saat ini, administrator klub sedang menjalani masa negosiasi eksklusif dengan perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Arise Capital Partners, yang menjadi kandidat utama pembeli klub. Namun, tawaran yang diajukan perusahaan tersebut belum memenuhi salah satu syarat penting dari English Football League (EFL).

Dalam regulasi EFL, klub yang keluar dari status administrasi diwajibkan membayar minimal 25 persen dari total utang kepada para kreditur. Jika ketentuan ini tidak dipenuhi, klub akan menerima sanksi pengurangan poin pada musim berikutnya.

Situasi itulah yang kini berpotensi menimpa Sheffield Wednesday. Jika proses akuisisi tetap berjalan dengan skema saat ini, klub berjuluk The Owls itu hampir pasti akan memulai kompetisi dengan minus 15 poin.

Salah satu kreditur terbesar klub adalah mantan pemiliknya, Dejphon Chansiri. Dalam lebih dari satu dekade kepemilikannya, Chansiri diketahui telah meminjamkan sekitar 60 juta poundsterling kepada klub. Untuk menghindari pengurangan poin, setidaknya 15 juta pound dari pinjaman tersebut harus dilunasi.

Sebelumnya, Sheffield Wednesday juga sempat hampir dijual melalui kesepakatan senilai 47,8 juta pound yang dipimpin mantan pemain poker profesional James Bord. Namun rencana tersebut akhirnya gagal terealisasi.

Kini muncul tawaran baru dari konsorsium yang dipimpin David Storch bersama Michael Storch dan Tom Costin. Meski nilai penawarannya lebih rendah dibanding proposal sebelumnya, administrator menilai langkah tersebut sebagai solusi paling realistis untuk menyelamatkan klub saat ini.

Proses akuisisi ini juga dikabarkan menarik minat pengusaha Inggris, Mike Ashley, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan pemilik Newcastle United. Namun hingga kini, Arise Capital Partners masih menjadi pihak yang paling dekat dengan kesepakatan.

Sebagai bagian dari proses tersebut, Arise disebut telah menyetor dana jaminan yang cukup besar dan menunjukkan bukti kemampuan finansial untuk menyelesaikan pengambilalihan. Mereka juga menyiapkan dana operasional untuk menjaga aktivitas klub tetap berjalan setidaknya selama delapan minggu ke depan.

Meski begitu, kesepakatan ini masih harus melalui proses pemeriksaan dari EFL sebelum benar-benar disahkan. Di tengah ketidakpastian tersebut, kelompok suporter klub menyambut positif kabar hadirnya calon pemilik baru.

Mereka berharap perubahan kepemilikan dapat menjadi titik awal kebangkitan Sheffield Wednesday setelah musim yang sulit. Musim ini sendiri menjadi periode yang berat bagi klub. Sheffield Wednesday sudah dipastikan terdegradasi ke League One saat kompetisi masih menyisakan 13 pertandingan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore