
Pelatih baru Atalanta, Raffaele Palladino. (Marco Bucco/LaPresse via AP Photo)
JawaPos.com - Kekalahan telak kadang memang sulit dicerna, apalagi ketika terjadi di kandang sendiri dan di panggung sebesar Liga Champions. Itulah yang dialami Atalanta setelah dihajar Bayern Munchen dengan skor mencolok 6-1 pada leg pertama babak 16 besar di Bergamo.
Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, tidak berusaha mencari-cari alasan berlebihan. Ia justru mengakui secara terbuka bahwa kualitas pemain Bayern menjadi faktor utama yang membuat timnya kesulitan sepanjang pertandingan.
Meski begitu, melansir Football Italia, Palladino tetap melihat sisi positif dari pengalaman pahit tersebut. Menurutnya, laga melawan tim sekelas Bayern justru bisa menjadi pelajaran penting bagi para pemainnya.
“Pertama-tama, mari kita ucapkan selamat kepada Bayern. Tim yang sangat kuat, terkadang mereka benar-benar tak terkalahkan,” kata Palladino kepada Sky Sport Italia setelah pertandingan usai.
“Bagi kami, pemain terbaik adalah para penggemar kami. Saya ingin berterima kasih kepada mereka. Mereka menyemangati kami hingga akhir meskipun kalah.”
Atalanta memang benar-benar dibuat tak berdaya oleh permainan agresif dan efektif Bayern. Palladino mengakui timnya mengalami penurunan performa di babak kedua, saat tekanan dari lawan semakin sulit dihadapi.
“Tim selalu bereaksi dengan baik terhadap kekalahan dan kami akan bereaksi secepatnya pada hari Sabtu,” katanya.
“Kami kembali menghadapi tim yang kuat, Inter, tetapi saya telah memberi tahu tim bahwa mereka harus menerima hasil tersebut dan memulihkan energi mereka.”
Berbicara lebih jauh tentang pertandingan tersebut, Palladino juga menyoroti kualitas teknis para pemain Bayern yang menurutnya berada di level berbeda.
“Kami menurun di babak kedua. Mereka menggiring bola dengan baik dan memiliki pemain sayap yang sangat kuat. Mereka adalah tim yang ditakdirkan untuk melaju hingga akhir, tetapi meskipun demikian, saya senang dengan tim yang berjuang hingga akhir. Dan sekali lagi, saya ingin berterima kasih kepada para penggemar.”
Salah satu hal yang cukup menarik adalah sikap Palladino terhadap sistem permainan timnya. Meski pendekatan man-to-man Atalanta dianggap menjadi salah satu faktor yang membuat mereka rentan terhadap serangan Bayern, sang pelatih menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah filosofi tersebut.
“Kami memperkirakan mereka akan menempatkan kami dalam posisi sulit, dengan pemain-pemain kuat mereka di lini depan dan serangan mereka dari lini belakang. Kami menerima kualitas dan kekuatan mereka. Kami telah sampai sejauh ini karena kami memiliki mentalitas ini dan kami tidak akan mengubahnya. Kami tidak akan bertahan secara zonal, kami menerima hasilnya dan kami menang atau belajar.”
Ia bahkan mengaku sangat terkesan dengan kualitas individu para pemain Bayern selama pertandingan berlangsung.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
