Inter Milan kalah dari Bodo/Glimt 1-2 dan gagal di Liga Champions. (Istimewa)
JawaPos.com–Inter Milan harus menelan pil pahit saat menjamu Bodo/Glimt pada leg kedua playoff di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (25/2) dini hari WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Inter takluk 1-2 dan dipastikan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-5 dari wakil Norwegia tersebut.
Hasil ini terasa menyakitkan bagi kubu tuan rumah. Setelah pada leg pertama menyerah 1-3, Inter Milan sebenarnya datang dengan tekad membalikkan keadaan. Namun harapan itu pupus seiring efektivitas permainan Bodo/Glimt yang tampil disiplin dan klinis sepanjang laga Liga Champions itu.
Babak pertama berjalan cukup ketat. Inter Milan langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan tim tamu Bodo/Glimt.
Sejumlah peluang tercipta, tetapi tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, membuat asa publik Giuseppe Meazza masih terjaga.
Petaka datang selepas jeda. Pada menit ke-58, Jens Petter Hauge memanfaatkan celah di lini belakang dan membawa Bodo/Glimt unggul lebih dulu.
Gol tersebut membuat Inter tertekan karena harus mengejar selisih agregat yang kian melebar. Situasi semakin sulit ketika Hakon Evjen menggandakan keunggulan tim tamu pada menit ke-72 lewat skema serangan cepat.
Inter sempat memperkecil ketertinggalan melalui Alessandro Bastoni enam menit berselang. Bek timnas Italia itu menyambut situasi bola mati dan mencetak gol yang membangkitkan sedikit harapan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta.
Secara statistik, Inter sebenarnya tampil dominan. Mereka menguasai sekitar 70 persen penguasaan bola dan mencatatkan 603 operan dengan akurasi mencapai 90 persen.
Dari total 33 percobaan tembakan, hanya enam yang tepat sasaran. Sebaliknya, Bodo/Glimt yang hanya mencatatkan tujuh tembakan justru lima di antaranya mengarah ke gawang dan berujung dua gol.
Inter juga memperoleh 16 tendangan sudut, tetapi tak satu pun mampu dimaksimalkan dengan baik. Dominasi tersebut pada akhirnya tak berarti tanpa ketajaman di depan gawang.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Nerazzurri. Bermain di kandang sendiri dan tampil menekan sepanjang laga, Inter tetap gagal membalikkan keadaan. Sementara Bodo/Glimt menunjukkan bahwa efektivitas dan disiplin bisa mengalahkan dominasi penguasaan bola.
San Siro pun menjadi saksi langkah Inter yang terhenti secara tragis, sementara tim tamu melangkah dengan percaya diri ke fase berikutnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
