Bodo/Glimt menumbangkan Inter Milan dengan skor 1-3 di Aspmyra Stadion, Bodo, markas Glimt, dalam play-off Liga Champions. (Dok. Instagram/@bodoglimt)
JawaPos.com – FK Bodo/Glimt dan Club Brugge membuktikan bahwa mereka punya potensi menghentikan dua klub yang pernah jadi finalis Liga Champions, Inter Milan dan Atletico Madrid, di playoff fase knockout. Dalam first leg kemarin (19/2). Inter bahkan harus tumbang 1-3, di Aspmyra Stadion, Bodo, markas Glimt. Sementara Atletico tertahan 3-3 ketika bertandang ke markas Blau-Zwart –julukan Club Brugge– di Jan Breydelstadion, Bruges.
Nerazzurri – sebutan Inter Milan– dan Atletico pun dituntut memenangi laga di kandang sendiri dalam second leg pekan depan (25/2). ’’Bodo adalah neraka,’’ begitu tulisan koran olahraga Italia, La Gazzetta dello Sport, dalam analisis laga Glimt versus Inter.
Lapangan sintetis Aspmyra benar-benar jadi keunggulan Si Kilat –julukan Glimt. ’’Mereka (Glimt) benar-benar tampil mengejutkan karena di sana (Aspmyra), mereka seolah-olah bermain futsal,’’ sahut pandit sekaligus pelatih peraih Liga Champions 1993–1994, Fabio Capello, kepada Corriere dello Sport.
Chivu Tidak Cari Alasan
Allenatore Inter Cristian Chivu pun mengaku terkejut dengan cepatnya transisi dari permainan Glimt di Aspmyra. Namun, Chivu menolak untuk mencari alasan kekalahan. Apalagi, pemain Inter sudah mengantisipasinya dengan berlatih di lapangan sintetis di Interello. ’’Kami harus membayar mahal kesalahan ini. Meski begitu, kondisi lapangan atau cuaca dingin bukan alasan,’’ ungkap Chivu seperti dilansir FCInter1908.
Lautaro Cedera Serius
Bukan hanya menelan kekalahan, Inter pun kehilangan sosok mesin gol dan kaptennya, Lautaro Martinez. El Toro –julukan Lautaro– disebut terkena cedera di betisnya. Lautaro ditarik keluar lapangan setelah satu jam permainan.
Laporan Sky Sport Italia menyebut, top scorer Inter dengan 18 gol itu akan menjalani tes hari ini (20/1) untuk mengetahui seberapa parah cederanya. ’’Lumayan serius (cedera Lautaro). Ini akan jadi kabar kehilangan bagi kami,’’ ucap Chivu.
Bagi Lautaro, ini kali pertama dia mengalami cedera pada musim ini. Jika harus absen lama, maka Inter harus memaksimalkan striker cadangannya sebagai tandem Marcus Thuram. Masing-masing Francesco Pio Esposito yang kemarin mencetak satu-satunya gol Inter dan Ange-Yoan Bonny.
Lookman Kembali Jadi Pecundang
Sementara itu, nasib buruk dialami striker/wide attacker Atletico Ademola Lookman. Dua kali dia datang ke Jan Breydelstadion melawan Club Brugge dalam playoff fase knockout bersama dua klub berbeda, dia selalu kalah. Meski, di balik kekalahan klubnya, dia selalu mencetak gol.
Sebelum bersama Atletico, musim lalu Lookman juga kalah 1-2 bersama Atalanta BC di kandang Club Brugge. General Manager Club Brugge Bart Verhaeghe menyebut, musim ini dia ingin klubnya membuktikan bahwa klub Jupiler Pro League bisa menembus fase knockout Liga Champions. ’’Kami menunjukkan sepak bola yang berani ala tim Belgia,’’ katanya kepada Voetbalkrant.
TIGA LAGA EROPA TERAKHIR FK BODO/GLIMT
21 Januari
Menang 3-1 vs Manchester City (K)
Matchday ketujuh fase league Liga Champions
29 Januari
Menang 2-1 vs Atletico Madrid (T)
Matchday kedelapan fase league Liga Champions

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
