
Michael Carrick memberi arahan kepada Bruno Fernandes saat pertandingan melawan Tottenham. (Neal Simpson/Sportsphoto/Allstar)
JawaPos.com - Manchester United harus puas membawa pulang satu poin dari London Timur setelah bermain imbang 1-1 melawan West Ham United, Selasa (11/2/2026) malam WIB. Hasil ini menghentikan tren empat kemenangan beruntun Setan Merah di bawah Carateker pelatih Michael Carrick.
Satu poin MU baru didapatkan di menit-menit pertandingan setelah Benjamin Sesko berhasil mencetak gal. Pemain asal Slovenia itu masuk sebagai pengganti dan menanduk umpan silang Bryan Mbeumo pada menit ke-96, menyelamatkan tim dari kekalahan yang nyaris terjadi.
Pertandingan ini menunjukkan masalah lama Manchester United yaitu kesulitan menembus pertahanan rapat lawan. Meski mendominasi penguasaan bola hingga 65%, mereka hanya mampu melepaskan sembilan tembakan sepanjang 90 menit.
Serangan baru terlihat lebih berbahaya saat Carrick mengubah formasi dari 4-2-3-1 menjadi 3-5-2, menurunkan Joshua Zirkzee dan Sesko untuk menambah opsi banyak pemain di kotak penalti.
Strategi awal MU bertumpu pada formasi 4-2-3-1 dengan tujuan memindahkan blok pertahanan West Ham menjadi 3-2-5 di area lawan. Amad dan Luke Shaw diberi peran melebar untuk membuka ruang bagi Bruno Fernandes, Mbeumo, dan Matheus Cunha.
Namun, hujan dan kondisi lapangan membuat beberapa umpan meluncur terlalu cepat, mengganggu ritme serangan MU di babak pertama.
Meski begitu, United sempat menunjukkan kemampuan counter-pressing andalan Carrick. Casemiro beberapa kali menekan cepat dan hampir menciptakan peluang emas, sedangkan kombinasi Fernandes dan Shaw hampir membuahkan gol melalui skema bola mati.
Carrick menilai timnya masih butuh penyesuaian “Kami tidak mendapatkan keseimbangan yang tepat di awal pertandingan. Melawan tim dengan transisi cepat seperti West Ham, kami harus mampu mengontrol permainan sekaligus menekan lawan,” ujarnya setelah laga dikutip dari nytimes.com.
Menariknya, statistik menunjukkan MU lebih efektif saat penguasaan bola sedikit. Sejak Agustus 2024, dari 15 pertandingan dengan statistik dominasi penguasaan bola penuh, mereka hanya menang empat kali. Sedangkan dari 22 pertandingan dengan penguasaan di bawah 50%, mereka menang 11 kali.
Kesimpulannya, Manchester United di bawah Carrick mampu bersinar saat bermain sebagai underdog.
Namun, untuk bisa bersaing di papan atas dan kembali ke empat besar Premier League, mereka harus menemukan ritme dan keseimbangan saat mendominasi permainan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
