
Aksi Gleison Bremer saat Juventus kalah dari Atalanta di Coppa Italia. (Dok. Juventus)
JawaPos.com - Juventus harus tersingkir dari Coppa Italia setelah dikalahkan Atalanta pada babak perempat final. Laga yang berakhir dengan skor telak 0-3 tersebut dimainkan di New Balance Arena, Jumat (6/2).
Di babak pertama, Juventus harus tertinggal dari gol penalti pemain Atalanta Gianluca Scamacca. Lalu di babak kedua, Atalanta berhasil menambah dua gol dari Kamaldeen Sulemana dan Mario Pasalic.
Mengenai kekalahan yang dialami Juventus, Gleison Bremer merasa timnya sudah bermain dengan baik, namun gagal mencetak gol. Kekalahan dari Atalanta akan menjadi evaluasi dan Juventus mulai fokus di laga berikutnya.
"Kami mendominasi pertandingan, tetapi terkadang kami gagal mencetak gol. Kami perlu meningkatkan kemampuan di area ini. Namun, kami berada di jalur yang benar. Kami perlu terus bekerja dan segera fokus pada pertandingan berikutnya, yang akan datang dalam beberapa hari lagi," ucap Gleison Bremer setelah pertandingan yang dikutip dari laman resmi Juventus, Jumat (6/2).
Penalti yang didapatkan Atalanta disebabkan karena handball dari Gleison Bremer. Pemain berusia 28 tahun tersebut pasrah dengan keputusan wasit Michael Fabbri dan menyayangkan Juventus yang tidak bisa menyamakan kedudukan.
"Sejujurnya sulit untuk membicarakan hal ini, karena ini adalah penalti sesuai dengan hukum yang berlaku. Sebagai seorang pemain bertahan, saya tentu akan mengatakan itu bukan penalti, tetapi wasit memberikannya dan kita harus menerimanya."
"Ini adalah keputusan yang mengubah jalannya pertandingan, tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa tentang itu. Lagipula, itu terjadi di babak pertama, kami masih punya waktu satu jam untuk membalikkan keadaan," kata Bremer kepada Sport Mediaset.
Kepada para pendukung, Bremer meminta maaf setelah harus melihat timnya kalah telak dari Atalanta. "Kami baru saja memulai era baru ini bersama pelatih, jadi kami berada di jalur yang benar, meskipun kami melakukan kesalahan hari ini. Kami juga harus meminta maaf kepada para penggemar, karena hasil 3-0 terlalu besar, tetapi kami harus kembali ke jalur yang benar mulai pertandingan berikutnya," pungkas pemain nomor punggung 3 tersebut.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
