
Pep Guardiola (Dok. Bein Sports)
JawaPos.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan kritik tajam terkait regulasi kompetisi domestik Inggris yang dinilainya menghambat sportivitas. Guardiola mempertanyakan aturan yang melarang bek anyarnya, Marc Guehi, tampil dalam partai final Carabao Cup melawan Arsenal pada Maret mendatang.
Guehi terjepit dalam sengketa administrasi karena sempat membela Crystal Palace di turnamen yang sama sebelum hijrah ke Stadion Etihad pada jendela transfer Januari. Berdasarkan regulasi cup-tied, seorang pemain dilarang membela dua klub berbeda dalam satu edisi kompetisi yang sama.
Absurditas Regulasi
Bagi Guardiola, aturan ini merupakan anomali di tengah industri sepak bola modern yang melibatkan investasi besar. Ia menilai pembatasan tersebut merugikan klub yang telah memenuhi kewajiban finansial secara penuh.
"Kami telah mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan seorang pemain dan kami membayar gajinya. Dia adalah pemain kami. Lantas, mengapa dia tidak boleh bermain? Ini adalah aturan yang sulit saya nalar," ujar Guardiola dikutip melalui laman Marca, Kamis (5/2).
City melaju ke Wembley setelah menyingkirkan Newcastle United dengan agregat meyakinkan 5-1. Namun, euforia tersebut terusik oleh ketidakpastian status Guehi yang diproyeksikan menjadi pilar lini pertahanan dalam laga krusial pada 22 Maret nanti.
Upaya Diplomasi
Manajemen Manchester City dikabarkan tidak akan tinggal diam. Klub peraih treble tersebut berencana melakukan pendekatan formal kepada pihak penyelenggara turnamen untuk meninjau kembali atau memberikan dispensasi khusus terkait regulasi tersebut. Guardiola berharap ada kebijakan yang lebih mengedepankan akal sehat ketimbang kekakuan administratif.
"Saya sudah meminta pihak klub untuk menjajaki kemungkinan tersebut. Kami ini meyakinkan mereka agar Marc bisa bermain di final," tambahnya.
Kini, bola panas berada di tangan otoritas penyelenggara. Sementara itu, City tetap bersiap menempuh jalur birokrasi demi memastikan skuad terbaik mereka dapat merumput di stadion kebanggaan rakyat Inggris, Wembley.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
