
Luca Zidane. (Istimewa)
JawaPos.com - Kabar melegakan bagi penggemar Tim Nasional Aljazair. Kiper Luca Zidane dipastikan tetap bisa tampil di Piala Dunia 2026, meski sempat dijatuhi skorsing dua pertandingan oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Skorsing ini terkait insiden usai kekalahan Aljazair 0-2 dari Nigeria pada perempat final Piala Afrika 2025 di Maroko, 10 Januari lalu.
Federasi Sepak Bola Algeria (FAF) mengonfirmasi bahwa Luca, 27 tahun, akan menjalani skorsing hanya pada laga kualifikasi Piala Afrika 2027 yang dijadwalkan mulai September mendatang.
Artinya, pemain yang merupakan putra legenda Prancis Zinedine Zidane ini tidak akan absen di laga pembuka Piala Dunia melawan Argentina pada 16 Juni dan Jordan pada 22 Juni.
“Hukuman ini berlaku untuk kualifikasi Piala Afrika, sehingga Luca tetap tersedia untuk tim di Piala Dunia,” kata pernyataan resmi FAF dikutip dari website Reuters.com.
Skorsing Luca merupakan dampak dari tindakan setelah pertandingan melawan Nigeria, termasuk kontak fisik dengan gelandang lawan, Raphael Onyedik.
Selain Luca, bek Rafik Belkhili juga terkena hukuman, yaitu skorsing empat laga. Dua pertandingan dari hukuman tersebut ditangguhkan, dan sisa hukuman akan dijalani saat kualifikasi Piala Afrika mendatang.
FAF juga menghadapi denda total 100.000 dolar AS akibat perilaku beberapa pemain, ofisial tim, dan suporter. Federasi segera mengajukan banding untuk meringankan sanksi ini.
Insiden di laga perempat final sempat memanas. Lima pemain Aljazair mendapatkan kartu kuning, dan beberapa terlihat bersitegang dengan wasit asal Senegal, Issa Sy. Belkhili bahkan mengejar wasit hingga lorong stadion.
Meski begitu, FAF menegaskan akan mengikuti proses banding secara resmi dan berkomitmen membela kepentingan sepak bola Algeria.
CAF sendiri masih menyelidiki insiden di final Piala Afrika 2025 yang menyebabkan laga tertunda lebih dari 15 menit.
Beberapa pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas penalti yang diberikan kepada Maroko. Penalti yang dilewatkan Maroko akhirnya membuat Senegal menang melalui gol tambahan di babak perpanjangan waktu.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi Aljazair yang ingin menampilkan performa terbaik di Piala Dunia 2026. Kehadiran Luca Zidane akan menambah kedalaman skuad, terutama di posisi kiper, setelah performanya cukup menonjol di Piala Afrika 2025.
Meski sempat mendapat sorotan karena insiden di lapangan, Luca tetap menjadi salah satu pemain penting Algeria. Kehadirannya dipastikan akan memberikan stabilitas di lini belakang, terutama menghadapi tim-tim kuat di fase grup Piala Dunia.
Dengan banding yang sedang berjalan dan skorsing yang hanya berlaku untuk kualifikasi mendatang, Aljazair bisa fokus mempersiapkan timnya menghadapi Argentina dan Jordan. Bagi penggemar Tim Nasional Algeria, berita ini menjadi kabar baik yang meningkatkan optimisme menjelang ajang sepak bola terbesar di dunia.
Dengan kata lain, Luca Zidane tetap bisa membawa pengalaman dan nama besar keluarganya untuk membantu Algeria meraih hasil maksimal di Piala Dunia 2026.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
