
Keputusan Álvaro Arbeloa menjadikan Antonio Pintus sebagai tangan kanannya di Real Madrid bukan sekadar soal hoki Liga Champions. (ig @blancoslive)
JawaPos.com - Saat melakukan presentasi di awal kepemimpinannya sebagai pelatih Real Madrid, Arbeloa tidak sungkan untuk memuji kembalinya Antonio Pintus, pelatih fisik yang selama bertahun-tahun menjadi alasan di balik kesuksesan Real Madrid. Khususnya di Liga Champions.
“Merupakan suatu kehormatan memiliki Antonio Pintus,” kata Álvaro Arbeloa saat presentasinya sebagai pelatih Real Madrid.
Melansir La Vanguardia, Rabu (21/1), ucapan itu bukan basa-basi. Di mata Arbeloa, kehadiran Pintus adalah kebutuhan nyata, terutama setelah ia melihat langsung betapa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam hal kondisi fisik.
“Kami masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan dalam hal kondisi fisik. Antonio ada di sini untuk itu, dan saya pikir itu perlu,” tegasnya, tak lama setelah kekalahan telak dari Albacete.
Nama Pintus memang bukan sosok biasa. Belum pernah ada pelatih fisik yang mendapatkan antusiasme sebesar pria Italia berusia 63 tahun ini.
Ia datang bersama Zinédine Zidane pada 2016, lalu ikut mengoleksi dua gelar Liga Champions. Setelah itu, ia kembali lagi bersama Carlo Ancelotti dan menambah dua trofi Liga Champions berikutnya.
Jauh sebelum itu, Pintus juga pernah merasakan manisnya Liga Champions bersama Juventus pada era 1990-an.
Pada 2021, ketika Pintus sempat hengkang ke Inter Milan, klub sampai mengeluarkan pernyataan resmi khusus—perlakuan yang biasanya hanya diberikan kepada pemain bintang.
Pintus jadi Pemicu Dipecatnya Xabi Alonso?
Peran Pintus tak hanya besar, tetapi juga sensitif. Dialah salah satu pemicu utama konflik antara Xabi Alonso dan manajemen klub. Alonso disebut tak menginginkannya berada di staf pelatih, karena memiliki pelatih fisik pilihannya sendiri dengan pendekatan yang lebih terintegrasi.
Namun setelah Ismael Camaforte pergi, Pintus justru kembali dipandang sebagai “formula ajaib” di tengah Real Madrid yang berkutat dengan cedera dan masalah stamina.
Bahkan di mata Arbeloa, sosok ini menjadi jawaban atas kekurangan energi timnya. Tak heran jika muncul pertanyaan setengah bercanda: apakah Pintus ini semacam Panoramix modern?
Akar keilmuan Pintus berasal dari dunia atletik. Putra seorang pekerja pabrik Fiat ini punya latar belakang kuat di lintasan lari—ia pernah mencatat waktu di bawah empat menit untuk 1.500 meter.
Tesis doktoralnya membahas maraton modern, seperti dikenang oleh mentornya, Claudio Gaudino, dalam program radio "Relevo ".
Dari Gaudino pula Pintus mendapat pintu masuk ke Juventus, awal karier panjang yang kemudian berlanjut berkat rekomendasi para pemain yang pernah “merasakan” metodenya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022