
Pelatih Juventus Luciano Spalletti. (Instagram.com/juventus)
JawaPos.com-Luciano Spalletti mengakui bahwa tim Juventus asuhannya hanya menjadi penumpang saat kekalahan mereka melawan Napoli pada Senin (8/12) dini hari. Hasil itu membuat mereka turun ke posisi ketujuh klasemen.
Spalletti menyaksikan di Stadion Diego Armando Maradona saat Rasmus Hojlund mencetak gol di kedua sisi gol penyeimbang Kenan Yildiz pada menit ke-59. Gol-gol itu membawa Napoli ke puncak klasemen.
Juventus kini telah kalah dalam tiga dari lima laga tandang terakhirnya di Serie A (M1 S1), jumlah kekalahan yang sama seperti dalam 25 laga tandang sebelumnya di kompetisi tersebut (M8 S14).
Pada babak pertama, Juventus mencatat total gol yang diharapkan (xG) sebesar 0,1 dari dua tembakan mereka, meskipun mereka membaik setelah jeda.
Spalletti mengakui start lambat Juventus menyebabkan mereka menderita kekalahan liga pertama sejak dikalahkan Lazio pada Oktober (lima pertandingan).
"Memang benar, Napoli menekan lebih keras sejak awal, kami terlalu takut untuk menggerakkan bola, lalu kehilangannya dengan mudah, jadi mereka membuat kami mengejar mereka," ujar Spalletti kepada DAZN Italia.
"Mereka dalam kondisi bagus, jadi jika Anda tidak menguasai bola, mereka akan membuat Anda berlari ke seluruh lapangan dengan kekuatan dan kualitas mereka," lanjut dia.
Spalletti mengatakan ini adalah ujian penting bagi Juventus melawan pemegang Scudetto. Tapi dia mengakui bahwa ada perbedaan besar di antara mereka.
"Kami bisa bermain lebih baik daripada hari ini, karena kami memberikan banyak sekali umpan kepada mereka," tambah Spalletti.
"Jika Anda tidak mengendalikan permainan, Anda akan menjadi penumpang bagi orang lain yang membuat keputusan untuk Anda," beber Spaletti.
Juventus tiba di Naples tanpa Dusan Vlahovic, yang telah mencetak tiga gol dalam 13 penampilan liga musim ini. Tapi pemilihan pemain Spalletti membuat banyak orang heran.
Dia memilih untuk menempatkan Kenan Yildiz sebagai false nine, meskipun memiliki Jonathan David dan Lois Openda tersedia di bangku cadangan. Keduanya baru dimasukkan setelah jeda.
Yildiz adalah pemain Juventus kedua dalam lima dekade terakhir yang mencetak setidaknya lima gol dalam 15 pertandingan Serie A pertamanya dalam satu musim sebelum berusia 21 tahun, setelah Alessandro Del Piero (lima gol pada 1994-95).
"Saya merasa Yildiz dan Conceicao dapat menjalankan peran tersebut, karena mereka mampu mengoper bola dengan baik," ujar Spalletti mengenai keputusannya.
"Locatelli bermain agak terlalu dalam dan tidak mempertahankan posisi yang saya inginkan di lini tengah, lalu kedua penyerang kurang memiliki mobilitas, dan kami terus terjebak di tengah. Kami tidak mengoper bola dengan cepat atau memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di lini tengah," terang dia

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
